
NETSULSEL | Jakarta, Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga, kerabat, serta jajaran TNI pada hari ini. Jenazah almarhum Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Ahmad Tanribali Lamo, S.H., M.H., yang wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Selasa malam, dijadwalkan akan dikebumikan siang ini di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan.
Upacara militer pemakaman ini disiapkan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan negara atas darma bakti serta pengabdian panjang almarhum semasa hidupnya, baik di institusi militer maupun di kancah birokrasi pemerintahan nasional.
Linimasa Dibanjiri Ungkapan Duka Cita
Sejak kabar kepergian almarhum tersiar tadi malam, lini masa di berbagai platform media sosial dipenuhi oleh ucapan belasungkawa dan doa dari berbagai kalangan. Rekan sejawat, tokoh masyarakat, politisi, hingga warga dari berbagai daerah turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
Banyak pihak mengenang almarhum sebagai figur teladan yang santun, berdedikasi tinggi, serta memiliki integritas kuat semasa mengemban berbagai jabatan strategis negara.
Rekam Jejak: Darah Birokrat Ulung dan Putra Asli Sulsel
Lahir sebagai putra dari tokoh terkemuka Sulawesi Selatan—almarhum H. Ahmad Lamo (Mantan Gubernur Sulsel periode 1966–1978 dan Wakil Ketua MPR RI)—Ahmad Tanribali Lamo mewarisi darah kepemimpinan dan pengabdian yang kental terhadap daerah dan negara.
Karier militernya yang cemerlang mengantarkannya pada berbagai penugasan penting. Kepercayaan negara kepada almarhum juga dibuktikan dengan penunjukannya sebagai Penjabat (Pj) Gubernur di sejumlah wilayah strategis di Indonesia, mulai dari Pj Gubernur Sulawesi Selatan (2008), Pj Gubernur Sulawesi Tengah (2011), Pj Gubernur Papua Barat (2012), hingga Pj Gubernur Maluku Utara (2014). Rekor penugasan sebagai penjabat kepala daerah di empat wilayah berbeda ini menegaskan kapasitasnya sebagai birokrat andal peredam transisi kepemimpinan daerah.
Jejak Politik dan Kontestasi Pilkada Sulsel
Nama Ahmad Tanribali Lamo juga lekat dalam dinamika politik lokal di tanah kelahirannya. Pada ajang kontestasi Pilkada Serentak 2018, ia pernah maju sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan berpasangan dengan politisi senior sekaligus mantan Wakil Gubernur petahana, Agus Arifin Nu’mang.
Meskipun berdomisili di Jakarta, keterlibatannya dalam bursa pencalonan orang nomor dua di Sulsel kala itu didasari oleh kecintaan yang mendalam serta keinginan kuat untuk mendedikasikan sisa hidupnya bagi kemajuan kampung halaman.
Kini, sang prajurit sejati sekaligus pelayan publik berdedikasi tinggi itu telah berpulang. Prosesi pemakaman siang ini di TMP Kalibata akan menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi almarhum, diiringi doa dari ribuan masyarakat yang merasa kehilangan atas kepergian sosok panutan tersebut. (ita)





