Kebakaran Hanguskan 2 Rumah di “Lorong Hitam” Makassar, Penyelamatan Al-Qur’an di Tengah Kobaran Api Bikin Warga Menangis Haru

ilustrasi AI dari desain 3 rame foto yang dipotong dari video amatir warga (AI bisa melakukan kesalahan)

NETSULSEL | Makassar, Suasana duka bercampur haru menyelimuti kawasan pemukiman padat penduduk disebuah lorong sempit dijalan Sunu, Kota Makassar, Selasa (14/10/2026) menjelang petang kemarin. Dua rumah warga dilaporkan ludes terbakar dalam insiden kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba dan sempat membuat panik warga sekitar.

​Lokasi kejadian yang berada di sebuah lorong sempit yang oleh warga setempat akrab dijuluki sebagai “Lorong Hitam” membuat proses pemadaman dan evakuasi berlangsung dramatis. Lorong ini dikenal sangat sempit yang hanya dilewati satu orang, dengan lebar tak mencapai satu meter dan kondisi lingkungan yang minim cahaya matahari langsung.

​Lorong Sempit dan Minim Cahaya Persulit Penanganan
Kondisi geografis Lorong Hitam yang apit-mengapit antar-bangunan semi-permanen membuat petugas pemadam kebakaran harus berjibaku ekstra keras. Selang air terpaksa harus ditarik secara manual dan berantai oleh warga bersama petugas untuk menjangkau titik api di bagian dalam lorong yang gelap.

​Kobaran api yang membesar dengan cepat menghanguskan dua rumah tinggal hingga rata dengan tanah. Warga yang panik sempat berhamburan keluar lorong untuk menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya bahu-membahu menyiram sisa api dengan alat seadanya sebelum armada pemadam tiba di lokasi.

​Drama Penyelamatan Al-Qur’an: Utuh di Tengah Puing-Puing Yang Masih Terbakar Api
​Di tengah kepanikan dan sisa-sisa kepulan asap hitam, sebuah momen mengharukan terjadi dan menyedot perhatian warga. Saat proses pendinginan dan pembersihan puing-puing kebakaran dilakukan, Petugas Pemadam Kebakaran menemukan sebuah kitab suci Al-Qur’an yang masih utuh di antara tumpukan arang dan abu.

​Penemuan tersebut sontak diwarnai isak tangis warga yang menyaksikan di sekitar lokasi. Bagaimana tidak, di saat seluruh harta benda, pakaian, dan bangunan milik korban ludes tak tersisa menjadi abu, Al-Qur’an tersebut menjadi satu-satunya benda yang selamat dari amukan api.

​Meskipun bagian sisi pinggiran atau sampul luarnya sempat sedikit terjilat dan menghitam karena panasnya api, namun secara keseluruhan wujud lembaran-lembaran ayat suci Al-Qur’an tersebut masih tersusun sempurna dan terbaca dengan baik.

​”Semuanya habis, tidak ada yang tersisa, pakaian di badan saja. Tapi waktu warga bongkar sisa reruntuhan, ternyata Al-Qur’an itu ditemukan masih utuh. Langsung semua warga di sini menangis haru, tidak menyangka,” ungkap Fitri salah seorang warga setempat dengan suara bergetar.

​Tidak Ada Korban Jiwa
​Berkat kesigapan warga dan petugas damkar, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas ini, meski kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

​Peristiwa di Lorong Hitam Jalan Sunu ini pun menyisakan pelajaran moral yang mendalam bagi warga sekitar, di mana di balik musibah dan ujian berat yang melahirkan air mata, selalu ada kebesaran Tuhan yang menyapa lewat ketulusan dan keajaiban kecil. (ita)