
NETSULSEL | Makassar, Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Makassar kembali tercoreng akibat pecahnya kemabli bentrokan antar-kelompok di dua lokasi berbeda secara hampir bersamaan. Peristiwa ini terjadi di Jalan Kakatua, Kelurahan Pa’batang Kecamatan Mamajang, serta di kawasan Barabaraya, Kelurahan Barabaraya, Kecamatan Makassar.
Di Jalan Kakatua, ketegangan berujung pada aksi saling serang yang mengakibatkan satu orang warga mengalami luka-luka akibat terkena anak panah (busur). Korban harus segera dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, situasi tak kalah mencekam terjadi di Kawasan Barabaraya, Kelurahan Barabaraya, Kecamatan Makassar. Bentrokan di kawasan padat penduduk tersebut pecah sejak dini hari tadi malam dan terus berlangsung alot hingga menembus pagi hari. Dilokasi ini dua kelompok yang mendominasi tawuran dikenal dengan kelompok lonner dari Barabaraya Selatan melawan kelompok Pemuda Barabaraya induk yang disebubut Jorojoran. Mereka bergantian saling menyerang menggunakan batu, busur bahkan benda yang menghasilkan api seperti bom molotov atau petasan tembak.
Warga Resah dan Desak Tindakan Tegas Tanpa Pandang Bulu
Rentetan insiden kekerasan ini memicu gelombang keluhan dan kecemasan mendalam dari masyarakat sekitar, baik dikawasan Jalan Kakatua maupun kawasan Barabaraya. Warga mengaku hidup dalam rasa tak aman dan kekhawatiran terus-menerus setiap kali bentrokan pecah.
Oleh karena itu, warga mendesak agar aparat kepolisian dari polsek hingga polrestabes bertindak tegas tanpa pandang bulu. Penegakan hukum diminta tidak hanya menyasar para pelaku di lapangan, tetapi juga mengusut tuntas oknum-oknum provokator yang diduga sengaja memprovokasi kelompok-kelompok tersebut untuk terus bertikai.
“Kalau ndak ditindaki tegas, pelaku yang saling melempar makin menjadi-jadi. Ada polisi yang berjaga tapi mereka ndak takut dan aparatnya dibuat tidak berdaya dengan jumlah warga yang saling serang lebih besar dari jumlah aparat yang berjaga” kata Wulan warga Barabaraya.
Kejanggalan di Lapangan: Kembali Menyerang Usai Dibubarkan
Kecurigaan warga semakin menguat lantaran situasi ini dinilai sudah tidak wajar atau janggal. Berdasarkan keterangan di lapangan, meski aparat kepolisian telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan pembubaran, kelompok pelaku justru nekat kembali menyerang berkali-kali setelah petugas berlalu atau lengah.
“Sepertinya ada provokatornya pak, warga Barabaraya induk biasa sudah tenangmi karena aparat sudah datang.Seperti tadi malam berkelahi lagi, datang aparat kepolisian dibubarkan kemudian suasana kondusif. Ehhh subuh datang lagi menyerang sampai pagi.” pungkas Wulan lagi.
Kondisi ini membuat warga mempertanyakan efektivitas pengamanan serta mendesak adanya posko siaga permanen atau patroli intensif yang lebih ketat di titik-titik rawan tersebut, demi menghentikan lingkaran kekerasan yang terus berulang.(ita)
















