Kebakaran Hanguskan 8 Bangunan di Bontoala Makassar, 33 Jiwa Terdampak. Periode Sept-Okt sudah 218 Kebakaran, Warga Diminta Waspada Kemarau Panas Ekstrem

kebakaran ke 218 kali sepanjang sept-oktober 2026.

NETSULSEL | Makassar, Insiden kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di kawasan Jalan Tinumbu kesekian kalinya, Kali ini Lorong 132, RT 002/RW 002, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, pada Sabtu dini hari (10/10/2026) pukul 03.00 WITA dinihari. Peristiwa ini menghanguskan total 8 bangunan semi permanen yang terdiri dari 7 rumah tinggal dan 1 gudang.

​Berdasarkan laporan dari Regu 1 Posko Mulia Ujung Tanah dengan personil Yuli Rachmat dan Muh. Afdana Pramasetya, kronologi kejadian bermula ketika salah satu warga melihat kepulan asap dari salah satu rumah kontrakan. Warga tersebut kemudian melaporkannya kepada warga lainnya sebelum diteruskan secara cepat ke Posko Mulia Ujung Tanah.

​Dampak dari musibah ini mencakup 9 Kepala Keluarga (KK) dengan total 33 jiwa yang terdampak, yang terdiri dari 16 orang dewasa, 10 anak-anak/remaja, serta lansia dan balita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun para korban saat ini sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa terpal, family kit, dan makanan siap saji.

​Upaya penanganan darurat langsung dikerahkan secara masif. Sebanyak 15 unit armada pemadam kebakaran dari Mako Damkar dan Posko Ujung Tanah diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman dan evakuasi turut dibantu oleh gabungan unsur BPBD, TNI, Polri, serta pemerintah setempat. Akses menuju lokasi terpantau dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga mempermudah mobilitas petugas di lapangan. Dugaan sementara penyebab kebakaran ini diakibatkan oleh korsleting listrik.

Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta laporan kebencanaan di Kota Makassar, kasus kebakaran permukiman yang serupa (seperti korsleting listrik dan wilayah padat penduduk) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan akibat puncak musim kemarau atau cuaca panas ekstrem.

​Sebagai gambaran:
​Hanya dalam kurun waktu 8 hari pertama bulan September 2026 saja, Damkarmat Makassar mencatat setidaknya 6 kejadian kebakaran besar di berbagai titik wilayah kota yang melahap puluhan bangunan (termasuk kasus di Pasar Pa’baeng-baeng dan pemukiman padat lainnya).

​Secara akumulatif, hingga akhir Agustus menjelang periode September-Oktober 2026 ini, total kasus kebakaran yang ditangani di Makassar telah melampaui 218 kejadian sepanjang tahun.

​Frekuensi kejadian ini terus bertambah secara berkala setiap pekannya mengingat kondisi cuaca panas ekstrem yang memicu kerentanan tinggi terhadap korsleting listrik maupun percikan api di permukiman padat.

​Mitigasi Kebakaran di Tengah Musim Panas Ekstrem
​Kondisi cuaca panas ekstrem yang sedang melanda meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk. Berikut adalah langkah-langkah mitigasi dan pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat:

​Pemeriksaan Instalasi Listrik Secara Berkala:

​Pastikan menggunakan kabel listrik yang berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia).

​Hindari penumpukan steker (colokan) pada satu stopkontak yang dapat memicu korsleting akibat panas berlebih.

​Ganti kabel yang sudah aus, mengelupas, atau usang.

​Waspadai Penggunaan Alat Elektronik dan Api Terbuka:

​Cabut peralatan elektronik yang tidak digunakan dari stopkontak.

​Jangan meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan, dan pastikan kompor dalam keadaan mati setelah memasak.

​Hindari membakar sampah sembarangan di dekat bangunan atau permukiman padat, terlebih saat angin kencang di musim panas.

​Penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Mandiri atau Sarana Darurat:

​Setiap lingkungan RT/RW atau kelompok warga sebaiknya menyiapkan sumber air alternatif atau alat pemadam darurat (seperti ember berisi air/pasir) di titik-titik strategis.

​Sosialisasikan jalur evakuasi dan nomor darurat pemadam kebakaran lokal kepada seluruh warga. (syam)