Koperasi Desa Merah Putih Didorong Jadi Agen Penghasil Energi Bersih? Kolaborasi Dengan PLN

Salah Satu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bungeng Kabupaten Jeneponto yang baru saja merampungkan pembangunannya.

NETSULSEL | Jakarta, Rokhmat Ardiyan, Anggota Komisi XII DPR RI, mengusulkan agar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bisa menjadi salah satu penggerak utama pengembangan  energi baru terbarukan (EBT) di tingkat desa. Usulan ini ditarakan Rokhmat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal  Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, serta Direktur Utama PT PLN (Persero) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Rokhmat, jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di berbagai daerah dapat dimanfaatkan untuk membangun ekosistem EBT berbasis masyarakat. Ia menilai koperasi memiliki peluang untuk mengelola berbagai sumber energi terbarukan yang tersedia di lingkungan sekitar desa, mulai dari bioenergi, PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), hingga pemanfaatan sampah menjadi energi.

“Kita punya Koperasi Merah Putih yang jumlahnya cukup banyak. Bagaimana memanfaatkan Koperasi Merah Putih ini dengan sebaik-baiknya untuk membangun ekosistem energi baru terbarukan,” ujar Rokhmat.

Salah satu potensi yang disorot adalah pemanfaatan minyak jelantah. Menurutnya, limbah minyak goreng rumah tangga yang selama ini sering dibuang dapat diolah menjadi bahan baku energi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus mendukung pengembangan EBT di tingkat desa.

“Sebagai contoh, di desa-desa itu banyak minyak jelantah ya. Bagaimana minyak jelantah ini dirubah, manfaatnya menjadi untuk avtur,” katanya.

Selain minyak jelantah, Rokhmat juga melihat peluang besar pengembangan PLTS dan bioenergi melalui Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, koperasi dapat menjadi ujung tombak pembangunan energi baru terbarukan (EBT) karena memiliki jaringan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Energi Terbarukan & Alternatif

“Kemudian Koperasi Merah Putih juga bisa dimanfaatkan dalam pengembangan ekosistem bio-energi seperti PLTS, Bu. Kemudian kita rubah sampah-sampah ini, sampah-sampah ini kita rubah, bisa menjadi energi,” ujarnya.

Koperasi Desa Merah Putih Didorong Jadi Penggerak EBT dan PLTS di Desa

Rokhmat menjelaskan bahwa pemanfaatan EBT melalui Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru di tingkat desa.

Ia secara khusus mendorong sosialisasi pemanfaatan bioetanol melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang telah terbentuk di berbagai wilayah. Menurutnya, pengembangan bioetanol, PLTS, dan berbagai program energi baru terbarukan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat kemandirian energi masyarakat desa.

“Jadi saya mengharapkan kolaborasi Dirjen Gatrik, PLN, dan Dirjen Energi Baru Terbarukan supaya menggandeng Koperasi Merah Putih. ,” tegasnya.(ist)