
NETSULSEL | Makassar, Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi kembali mencatatkan torehan membanggakan dalam kancah inovasi teknologi terapan. Semangat kreativitas, ketelitian logika pemrograman, dan kehandalan strategi merancang mesin berpadu apik dalam ajang EPROM Robotic Competition (ERCO) 2026. Ajang bergengsi garapan Elektro Poltek Robot Team (EPROM) di bawah naungan Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), ini sukses digelar selama tiga hari berturut-turut pada 8–10 Oktober 2026.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, ERCO 2026 tampil semakin matang dengan mengusung tema besar yang sangat relevan dengan era disrupsi digital saat ini: “Robotic Tech Innovation in Autonomous System Integration and Tactical Navigation”. Tema ini tidak hanya menjadi slogan, melainkan benar-benar menantang para peserta untuk memutar otak, merakit sistem otomatisasi tingkat lanjut, serta menguji ketangguhan navigasi taktis robot ciptaan mereka di arena pertempuran.
Pertarungan Sengit Penuh Inovasi: Dari Kategori Junior hingga Senior
Kompetisi akbar ini terbagi menjadi dua kategori utama yang menguji mental serta keahlian teknis para peserta dari berbagai penjuru wilayah:
Kategori Junior (Robot Sumo): Diikuti oleh 13 tim tangguh yang melibatkan 52 peserta muda berbakat. Di sini, robot-robot dirancang dengan kestabilan tinggi, sensor presisi, serta dayadorong kuat untuk saling menjatuhkan atau mendesak lawan keluar dari arena lingkaran ring sumo.
Kategori Senior (Robot Transporter): Menampilkan pertarungan adu cerdas strategi navigasi yang diikuti oleh 12 tim dengan total 48 peserta. Kategori ini menuntut robot untuk mampu membawa, memindahkan, dan menavigasi rintangan secara otonom berdasarkan waktu dan efisiensi jalur lintasan.
Secara keseluruhan, sebanyak 25 tim dengan total 100 peserta dari berbagai institusi pendidikan di Sulawesi tumpah ruah menunjukkan taringnya. Atmosfer kompetisi terasa begitu hidup, diwarnai sorak-sorak dukungan penonton serta ketegangan saat para coder dan builder muda mengatur ulang strategi di pit stop masing-masing.
Apresiasi Pembina: Membangun Karakter, Logika, dan Kolaborasi
Pembina ERCO 2026, Achmad Zubair, S.T., M.T., mengungkapkan rasa bangganya atas lonjakan antusiasme yang luar biasa dari para peserta tahun ini. Menurutnya, esensi dari sebuah kompetisi robotika tidak sekadar mencari siapa yang menang atau kalah di atas papan arena, melainkan bagaimana proses panjang tersebut membentuk karakter, ketekunan mental, serta kemampuan pemecahan masalah (problem solving) secara nyata.
”Kompetisi ini tidak hanya menguji kekuatan fisik dan mekanik robot, tetapi juga menguji kekompakan tim, logika pemrograman, dan ketepatan strategi di lapangan,” ujar Achmad Zubair dengan penuh apresiasi. Ia juga menegaskan komitmen institusi untuk terus merawat dan membesarkan ajang ini di tahun-tahun mendatang agar gaungnya semakin luas. “Kompetensi ini akan terus ditingkatkan di masa yang akan datang,” imbuhnya penuh harap.
Menyalakan Nyala Asa Teknologi Masa Depan dari Kampus PNUP
Lebih dari sekadar ajang unjuk gigi, ERCO 2026 menjadi bukti nyata peran strategis institusi pendidikan Vokasi seperti PNUP dalam menjembatani teori akademik dengan implementasi teknologi aplikatif di tengah masyarakat. EPROM dan Jurusan Teknik Elektro PNUP berkomitmen menjadikan kompetisi ini sebagai ekosistem berkelanjutan yang melahirkan bibit-bibit unggul insinyur masa depan.
Kesuksesan perhelatan akbar ini tentu tidak lepas dari sinergi dan dukungan penuh yang diberikan oleh pimpinan Jurusan Teknik Elektro, manajemen civitas akademika PNUP, serta para sponsor yang turut ambil bagian memajukan ekosistem teknologi lokal. Melalui langkah konkrit seperti ini, gerbang lahirnya generasi muda Sulawesi yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing global di kementerian teknologi masa depan kini semakin terbuka lebar. (istimewa)
















