Menteri UMKM Dorong Unhas Jadi Garda Depan Pencetak Pengusaha Muda Unggulan

Kampus tidak lagi sekadar tempat menimba ilmu akademis, melainkan kawah candradimuka untuk melahirkan para inovator dan pencipta lapangan kerja masa depan. Semangat transformasi inilah yang digelorakan oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdulrahman, saat menghadiri program Wirausaha Unggulan di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Di hadapan ratusan civitas akademika, ia menegaskan pentingnya keberanian generasi muda untuk keluar dari zona nyaman dan mengambil peran sebagai penggerak roda ekonomi bangsa.

NETSULSEL | Makassar, Kampus tidak lagi sekadar tempat menimba ilmu akademis, melainkan kawah candradimuka untuk melahirkan para inovator dan pencipta lapangan kerja masa depan. Semangat transformasi inilah yang digelorakan oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdulrahman, saat menghadiri program Wirausaha Unggulan di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Di hadapan ratusan civitas akademika, ia menegaskan pentingnya keberanian generasi muda untuk keluar dari zona nyaman dan mengambil peran sebagai penggerak roda ekonomi bangsa.

​Langkah ini dilandasi oleh dorongan kuat untuk mendongkrak rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini berada di angka 3,2 persen, masih di bawah standar negara maju yang umumnya telah melampaui 5 persen. Menurut Maman, pergeseran pola pikir dari pencari kerja menjadi pembuat lapangan kerja adalah kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menekan angka pengangguran secara signifikan.

​”Selama ini mindset kita masih berada di zona nyaman, lebih banyak diarahkan menjadi pegawai atau aparat. Padahal, jika kita ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi, jumlah pengusaha harus ditingkatkan. Semakin banyak pengusaha, semakin besar pula penyerapan tenaga kerja yang diciptakan,” ujar Maman dengan penuh optimisme.

​Dipilihnya Unhas bukan tanpa alasan. Sulawesi Selatan memiliki rekam jejak sejarah yang kuat dalam melahirkan sosok saudagar tangguh dan berjiwa pelopor di berbagai penjuru nusantara. Memanfaatkan tradisi wirausaha yang kental tersebut, Menteri UMKM secara khusus mengajak Unhas untuk bangkit, mengambil peran strategis, serta menjadi pionir dan pusat inkubasi lahirnya pengusaha-pengusaha muda unggulan dari kawasan timur Indonesia.

​”Kampus adalah pusat ilmu, riset, dan inovasi. Hampir di seluruh negara maju, kampus selalu dilibatkan secara aktif dalam proses tumbuh kembang wirausaha,” tambahnya, menekankan betapa krusialnya peran perguruan tinggi sebagai katalisator bisnis berbasis sains dan teknologi.

​Guna mendukung ekosistem wirausaha di lingkungan kampus dan daerah, Kementerian UMKM meluncurkan platform digital terintegrasi bertajuk Sapa UMKM yang berjalan beriringan dengan program Sinergitas Prokesra. Platform ini hadir sebagai solusi nyata atas berbagai kendala klasik seperti pengurusan izin usaha, sertifikasi halal, BPOM, hingga kemudahan akses pembiayaan. Kehadiran inovasi ini diproyeksikan terintegrasi penuh dengan seluruh pemerintah daerah pada awal 2027 demi menjamin keadilan akses bagi seluruh rakyat tanpa diskriminasi.

​Gebrakan ini makin diperkuat dengan menjadikan lembaga inkubator bisnis kampus seperti yang dimiliki Unhas sebagai perpanjangan tangan resmi kementerian dalam membina jutaan pelaku usaha di tanah air. Sebagai bukti nyata dari komitmen kolaborasi ini, sebanyak delapan unit usaha binaan terpilih (champion) resmi diperkenalkan dalam acara tersebut untuk menerima pembinaan dan pendampingan intensif agar mampu bertransformasi dan naik kelas ke skala yang lebih besar.(syam)