
NETSULSEL | Makassar, Langkah awal menuju jenjang perguruan tinggi kini tak lagi sekadar urusan administrasi, melainkan momen emosional yang menumbuhkan rasa memiliki. Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menujukkan kepeduliannya dengan menyalurkan 6.970 jas almamater secara gratis kepada mahasiswa baru jalur SNBT dan Mandiri di JK Arenatorium Unhas, Makassar, Kamis (6/8/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Unhas dalam merangkul generasi muda untuk melangkah percaya diri memasuki kawah candradimuka pendidikan tinggi.
Sentuhan personal yang inspiratif tersaji di dalam setiap paket jas almamater. Mahasiswa tidak hanya menerima identitas kebanggaan kampus, tetapi juga lembaran kartu ucapan hangat yang dituliskan langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Pesan tersebut menjadi pemantik motivasi bagi para mahasiswa baru agar siap beradaptasi dan tumbuh menjadi pembelajar tangguh yang mampu menjawab tantangan zaman.
Momen ini meninggalkan kesan mendalam bagi Syarifah Nurazizah, mahasiswa baru Program Studi Peternakan Unhas. Baginya, paket almamater gratis yang dibalut perhatian tulus dari pimpinan universitas memberikan dorongan moral yang sangat berarti di awal masa perkuliahan.
“Saya merasa sangat senang, bangga, dan bersyukur menjadi bagian dari Universitas Hasanuddin. Jas almamater ini merupakan simbol kebanggaan dan identitas sebagai mahasiswa Unhas. Pesan ‘jadilah pembelajar tangguh dan tumbuh menjadi generasi hebat di Unhas’ adalah bagian yang paling membekas bagi saya,” ungkap Syarifah penuh haru.
Pengalaman awal yang membahagiakan ini sengaja dirancang Unhas untuk membangun keterikatan emosional dan rasa nyaman sejak hari pertama. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, menegaskan bahwa mahasiswa baru harus merasa disambut sebagai bagian utuh dari keluarga besar kampus merah tersebut.
”Mahasiswa baru tidak hanya memulai perjalanan akademiknya, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Hasanuddin. Karena itu, kami ingin mereka memulai perjalanan tersebut dengan rasa bangga, nyaman, dan memiliki ikatan dengan almamaternya,” jelas Prof. Ruslin.
Penyaluran jas almamater gratis ini menegaskan bahwa kebanggaan akademik dapat dihadirkan melalui pelayanan yang manusiawai dan inklusif. Melalui simbol almamater di dada dan semangat yang dikobarkan, Universitas Hasanuddin siap mengawal ribuan talenta muda ini bertransformasi menjadi generasi pemenang yang mengharumkan nama bangsa. (duppa)















