
NETSULSEL | Makassar, Siapa bilang liburan akhir pekan harus selalu menguras dompet dengan keluar kota atau menginap di resor mewah? Tren micro-adventure atau petualangan mikro kini mulai digandrungi anak muda dan keluarga muda di Makassar. Konsepnya sederhana: menjadi “turis” di kota sendiri hanya dalam satu hari, memanfaatkan transportasi publik, serta mengeksplorasi sudut-sudut sejarah dan kuliner tersembunyi (hidden gems).
Dengan bermodalkan kartu e-money dan uang sekitar Rp100 ribu, warga Makassar kini bisa menikmati akhir pekan yang seru, estetis, dan kaya cerita tanpa perlu menghadapi kemacetan jalur wisata luar kota.

Menyusuri Kota Tua Makassar dengan Teman Bus
Petualangan dimulai dari pagi hari memanfaatkan armada Teman Bus (Trans Mamminasata). Jalur Koridor 2 atau Koridor 1 menjadi pilihan favorit karena melintasi titik-titik bersejarah dan pusat kawasan ruko tua di pusat Kota Makassar.
Cukup membayar ongkos bus yang terjangkau, penumpang disuguhi pemandangan dinamika kota dari balik jendela. Salah satu pemberhentian paling menarik adalah kawasan Jalan Somba Opu hingga kawasan Pasar Bacan dan Jalan Sulawesi—salah satu pusat pertokoan dan ruko tua tertua di Makassar.
Deretan bangunan berarsitektur khas kolonial dan pecinan lama yang berjejer di sepanjang ruko tua ini menawarkan suasana nostalgic. Banyak pengagum fotografi jalanan (street photography) memanfaatkan momen akhir pekan untuk mengabadikan detail pintu kayu lapuk, jendela gaya art-deco, dan aktivitas warga lokal yang autentik.
Sensasi Tur Kuliner Hidden Gems Lintas Generasi
Eksplorasi ruko tua terasa kurang lengkap tanpa berburu kuliner legendaris yang tersembunyi di dalam gang-gang sempit sekitar kawasan Pecinan (Chinatown) Makassar

KopiTiam Tradisional Gang Sempit: Menyelinap di antara lorong ruko tua, terdapat kedai-kedai kopi legendaris yang menyajikan Kopi Toraja/Kalosi seduh manual beraroma khas, ditemani kue-kue tradisional Sulawesi Selatan seperti barongko dan taripang.
Jajanan Pasar Bacan: Memasuki area gang Pasar Bacan, pembaca bisa menemukan kuliner lokal tersembunyi seperti Jalangkote renyah khas buatan rumah hingga Songkolo Baginda yang gurih dengan taburan serundeng kelapa.
Es Pallu Butung & Cendol Makassar: Untuk melepaskan dahaga siang hari, persinggahan di warung es tradisional yang terselip di sudut bangunan lama menjadi penutup tur kuliner yang sempurna.
Seluruh rangkaian pengalaman kuliner ini rata-rata hanya menghabiskan biaya antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per porsi.
Menikmati Senja Bebas Biaya di Landmark Kota
Setelah puas berjalan kaki menjelajah ruko tua dan berwisata kuliner, perjalanan micro-adventure dapat diakhiri dengan menaiki bus kembali menuju kawasan pesisir. Rute bus yang melintasi area bahari mempermudah akses ke spot-spot menikmati matahari terbenam (sunset) secara gratis, seperti kawasan Anjungan Pantai Losari atau pelataran Masjid 99 Kubah di kawasan CPI.
”Kuncinya adalah mengubah cara pandang kita terhadap kota sendiri. Kita sering tergesa-gesa melewati ruko-ruko tua ini saat hari kerja. Namun saat akhir pekan, dengan naik bus dan jalan santai, kita baru sadar Makassar punya banyak sudut eksotis yang ramah di kantong,” ujar Ardi (27), salah seorang warga yang rutin melakukan city walk akhir pekan.
Tips Singkat Micro-Adventure Akhir Pekan di Makassar
Gunakan Sepatu Nyaman: Karena sebagian besar eksplorasi ruko tua dan lorong kuliner dilakukan dengan berjalan kaki.
Siapkan Kartu Nontunai (E-Money): Untuk kelancaran pembayaran transportasi publik.
Mulai Lebih Pagi: Agar dapat menikmati suasana kota yang masih teduh sebelum terik siang. (baba)









