Munafri Jamu Coach Darije, Semangat Kebangkitan PSM Makassar Kembali Menggelora

Momentum epik tercipta saat Wali Kota Makassar sekaligus mantan CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, menggelar pertemuan emosional dengan menjamu mantan arsitek taktik Juku Eja, Darije Kalezic, pada Selasa (14/7/2026). Reuni sarat makna ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan sebuah sinyal kuat menyalanya kembali api optimisme untuk membawa Pasukan Ramang merebut kembali takhta tertinggi di kancah sepak bola nasional.

NETSULSEL | Makassar, Aura kebangkitan dan gairah sepak bola membara di Kota Daeng menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027. Momentum epik tercipta saat Wali Kota Makassar sekaligus mantan CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, menggelar pertemuan emosional dengan menjamu mantan arsitek taktik Juku Eja, Darije Kalezic, pada Selasa (14/7/2026). Reuni sarat makna ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan sebuah sinyal kuat menyalanya kembali api optimisme untuk membawa Pasukan Ramang merebut kembali takhta tertinggi di kancah sepak bola nasional.

​Perjumpaan dua figur sentral yang pernah memahat tinta emas sejarah bagi publik Sulawesi Selatan ini berlangsung penuh kehangatan. Coach Darije secara terbuka mengungkapkan bahwa kepulangannya ke Makassar didasari oleh ikatan batin yang tak pernah putus, baik kepada sosok Munafri maupun fanatisme luar biasa yang selalu ditunjukkan oleh para suporter setia. Kehadiran kembali sang juru taktik pun langsung memicu riak antusiasme tinggi dari berbagai kelompok penyerang tribun yang merindukan karakter permainan agresif khas PSM.

“PSM Makassar dan seluruh suporternya memiliki tempat yang sangat spesial di hati saya. Karena beliau (pak Munafri) dan semua orang baik lainnya di PSM, saya kembali ke Makassar. Bersama-sama, mari kita bergerak maju untuk membawa PSM Makassar kembali ke tempat yang memang seharusnya menjadi milik PSM,” tegas Coach Darije Kalezic.

​Kolaborasi historis antara Munafri dan Darije Kalezic memang telah teruji waktu, terutama saat duet kepemimpinan mereka sukses menyudahi dahaga gelar puluhan tahun melalui trofi legendaris Piala Indonesia 2018/2019. Kenangan magis atmosfer kompetisi delapan tahun silam kini dihidupkan kembali sebagai bahan bakar motivasi baru. Kembalinya juru strategi berpaspor Swiss ini ke barisan pertahanan taktis PSM diyakini akan mentransfer energi positif yang masif ke dalam ruang ganti pemain untuk menghadapi persaingan ketat musim ini.

​Di sisi lain, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa PSM Makassar bukan sekadar klub sepak bola biasa, melainkan sebuah simbol harga diri, identitas, dan martabat bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Ia menyerukan pentingnya sinergi total dari seluruh elemen—mulai dari jajaran manajemen, tim pelatih, pemain, hingga basis suporter paling loyal di Indonesia—sebagai fondasi utama dalam mengembalikan kejayaan klub. Kepedulian mendalam yang ditunjukkan Wali Kota ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen terhadap kemajuan Pasukan Ramang bersifat abadi.

​”PSM adalah kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan. Semangat yang dibawa Coach Darije menjadi motivasi bagi kita semua bahwa PSM memiliki sejarah besar. Semoga kembalinya Coach Darije menjadi awal yang lebih baik bagi PSM Makassar untuk kembali bersinar, meraih prestasi, dan membawa kebanggaan. Ewako PSM!” pungkas Munafri Arifuddin.

Melalui pertemuan penuh energi ini, harapan besar kini terbentang luas mengiringi langkah dinamis PSM Makassar untuk kembali menantang rival-rival papan atas di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Dedikasi, pengalaman matang, serta cinta tak bersyarat yang ditunjukkan oleh Coach Darije menjadi modal krusial dalam membakar mentalitas bertarung skuad Juku Eja. Dengan menyatunya kembali kepingan-kepingan kejayaan masa lalu, genderang perang kini telah ditabuh dan Pasukan Ramang siap melesat tinggi meraih prestasi tertinggi. (adm)