PNUP dan UNHAS Tuan Rumah ICEE-FORTEI 2026: Sinergi Kampus dan Industri Dorong Masa Depan Bebas Karbon

Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama Departemen Teknik Elektro Universitas Hasanuddin (UNHAS) resmi berkolaborasi menjadi tuan rumah Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) dan International Conference on Electrical Engineering (ICEE) 2026.

NETSULSEL | Makassar, Sebuah langkah nyata menuju pencapaian target transisi energi nasional lahir dari kawasan timur Indonesia. Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama Departemen Teknik Elektro Universitas Hasanuddin (UNHAS) resmi berkolaborasi menjadi tuan rumah Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) dan International Conference on Electrical Engineering (ICEE) 2026.

​Gelaran megah bergengsi tingkat internasional ini dibuka secara resmi di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Makassar, Kamis (24/9/2026). Mengusung tema besar “Renewable Energy Nexus: Academia, Industry, and Policy for Carbon-Free Future”, perhelatan ini menjadi simbol kuat betapa pentingnya sinergi tiga pilar utama—akademisi, praktisi industri, dan pembuat kebijakan—dalam meretas jalan menuju era bumi bebas karbon.

​Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi strategis antara perguruan tinggi vokasi dan akademik ini. Menurutnya, isu perubahan iklim dan transisi energi memerlukan tindakan kolektif yang padu.

​”Kami menyambut hangat kolaborasi PNUP dan UNHAS. Sesuai dengan tema besar yang digaungkan, kegiatan ini mempertemukan dunia akademik, sektor industri, serta regulasi/kebijakan demi masa depan yang bebas karbon. Selamat datang di Makassar dan sukses untuk penyelenggaraan ICEE-FORTEI 2026,” ungkap Prof. Rusdi Nur saat membuka gelaran tersebut.

​Konferensi ini menghadirkan jajaran keynote speakers kaliber internasional dan pakar sektor energi dunia. Pemaparan diawali oleh Director of Renewable Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tony Susandi, S.T., MBA, yang membeberkan peta jalan kebijakan energi terbarukan Indonesia. Tak kalah menginspirasi, Prof. Dr. Saad Mekhilef dari Swinburne University of Technology Australia turut membagikan terobosan riset teknologi hijau dari perspektif global.

​Dukungan dari industri ditunjukkan oleh Kepala Satuan Technology Development and Asset Management PT PLN Indonesia Power, Ir. Budhi Setiawan, S.T., M.T., yang memaparkan kesiapan teknologi sektor ketenagalistrikan nasional. Sementara itu, pembahasan ilmiah ditutup secara komprehensif oleh pakar dari UNHAS, Prof. Dr.-Ing. Ir. Faizal Arya Samman.

​Ketua Panitia ICEE-FORTEI 2026, Dr. Muhira Dzar Faraby, S.T., M.T., melaporkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. Terdapat 63 delegasi presenter makalah dari berbagai PTN/PTS teknik elektro, serta 167 institusi pendidikan tinggi yang berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) FORTEI 2026.

​”Kami berharap seluruh kegiatan berlangsung lancar dan para peserta mendapatkan wawasan terbaik serta pelayanan yang berkesan selama di Makassar. Terima kasih atas partisipasi aktif seluruh delegasi,” tuturnya.

​Selain panggung ilmiah, ajang ini juga memfasilitasi penguatan mutu pendidikan tinggi teknik. Sesi unggulan menghadirkan Dewan Penasehat LAM Teknik, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., yang mengulas kebijakan akreditasi terbaru, serta Majelis Akreditasi LAM Teknik, Prof. Dr. Ir. Era Purwanto, M.Eng., yang membawakan materi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Pendidikan Tinggi Vokasi.

​Ketua Jurusan Teknik Elektro PNUP, Dharma Aryani, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut. Hari pertama difokuskan pada konferensi internasional ICEE 2026 di Unhas Hotel and Convention, dilanjutkan Munas FORTEI di Auditorium Prof. Ahmad Amiruddin FK Unhas pada hari kedua (25/9) yang dihadiri 168 PTN/PTS.

​”Pada hari ketiga, para delegasi akan diikutsertakan dalam city tour ke cagar budaya Taman Purbakala Leang-Leang Maros dan Benteng Rotterdam Makassar. Ini momentum kita memperkenalkan potensi kebudayaan dan keindahan Sulawesi Selatan ke kancah luar,” pangkasnya.

​Melalui kolaborasi lintas sektor dan batas wilayah ini, PNUP dan UNHAS membuktikan bahwa kampus bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan motor penggerak perubahan menuju pembangunan berkelanjutan dan masa depan hijau bagi Indonesia. (qas)