
NETSULSEL | Bulukumba, Di era di mana batas-batas wilayah kian memudar, pembangunan daerah tak lagi cukup hanya bertumpu pada langkah-langkah domestik. Sebuah semangat baru kini tumbuh menyala di Bumi Panrita Lopi, ketika Pemerintah Kabupaten Bulukumba berkolaborasi dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin (PPMU-PK-M) untuk menembus panggung internasional. Kesadaran akan pentingnya jejaring global memantik tekad bersama untuk mengasah kapasitas para aparatur daerah. “Kerja sama internasional bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman, melainkan instrumen pembangunan yang harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unhas, Prof. Drs. Darwis, MA, Ph.D., menekankan pentingnya investasi sumber daya manusia demi masa depan daerah.
Langkah mulia ini berakar pada kekayaan potensi lokal Bulukumba yang luar biasa, mulai dari mahakarya perahu Pinisi, pesona bahari, hingga jejak sejarah diplomasi budaya. Melalui ruang pengabdian yang hangat di Gedung Pinisi pada Selasa (4/8/2026), gagasan-gagasan besar mulai dirajut agar setiap potensi mampu dikemas menjadi pintu masuk kolaborasi antarbangsa. Keagungan warisan maritim ini menjadi modal optimisme bagi daerah untuk tampil percaya diri di mata dunia. Dosen Hubungan Internasional Unhas, Ishaq Rahman, S.IP., M.Si., mengungkapkan dengan penuh keyakinan, “Tantangannya bukan pada minimnya potensi, melainkan bagaimana potensi tersebut dikemas menjadi proposal kerja sama yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra.”
Daya tarik dan akar sejarah Bulukumba terbukti menyimpan kekuatan diplomasi luar biasa yang siap ditransformasikan menjadi kesejahteraan nyata. Dari sektor perikanan hingga nilai budaya, hadir antusiasme besar untuk merajut kemitraan lintas negara baik secara business to business maupun government to government. Harapan ini terdengar mantap saat Yusli dari Dinas Perikanan Bulukumba menyampaikan pandangannya, “Potensi ini dapat diperkuat melalui kombinasi pendekatan business to business atau B to B dan government to government atau G to G, termasuk memanfaatkan nilai budaya Pinisi maupun keterkaitan sejarah dengan komunitas Aborigin sebagai pintu masuk diplomasi daerah.”
Di sisi lain, semangat bertransformasi juga terpancar kuat dari tekad aparatur daerah untuk terus belajar, membenahi diri, dan memoles kualitas inovasi serta promosi wisata agar makin diperhitungkan di kancah global. Dari ratusan destinasi indah hingga deretan inovasi unggulan, pemerintah daerah siap melangkah lebih jauh lewat pendampingan yang terarah. Keinginan untuk melompat tinggi ini tercermin dari pernyataan Widi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba, “Tantangan utama bukan hanya promosi, tetapi juga bagaimana membangun mekanisme pendampingan maupun coaching clinic yang dapat membantu pemerintah daerah menyusun strategi kerja sama internasional di sektor pariwisata.”
Sinergi luhur antara akademisi Universitas Hasanuddin dan Pemkab Bulukumba ini menjadi bukti nyata bahwa keberanian untuk bermimpi besar selalu didukung oleh kerja keras dan tata kelola yang berintegritas. Langkah bersama ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari pendidikan berkualitas hingga kemitraan global yang solid. Dengan komitmen yang kokoh, Bulukumba kini siap melangkah mantap menyongsong masa depan, membuktikan bahwa dari pesisir Nusantara, karya dan kearifan lokal mampu memberi warna dan menginspirasi dunia.. (qas)









