Tepis Klaim Sepihak Tak Dihadiri 100 Pengembang, Musda XV REI Sulsel Membludak dan Dihadiri Tokoh-Tokoh Penting Nasional

Peserta membludak lebih dari 200 an. Ini membantah klaim akan sepi dari peserta karena musda REI Sulsel diboikot

NETSULSEL | Makassar, Klaim yang menyebutkan sedikitnya 100 pengembang akan absen dalam Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan dibantah keras oleh fakta di lapangan. Isu boikot tersebut sebelumnya diembuskan oleh Reza, bakal calon Ketua DPD REI Sulsel yang memilih tidak mendaftar ulang maupun mengembalikan formulir pendaftaran.

​Kenyataannya, pelaksanaan Musda XV REI Sulsel yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10/2026), justru dibanjiri peserta. Jumlah pengembang yang hadir secara fisik melebihi melampaui target panitia hingga mencapai dua ratusan orang.

​Ketua Steering Committee (SC) Musda DPD REI Sulsel, Aldin Bulen, menegaskan agar semua pihak menghormati mekanisme organisasi yang sah dan tidak memicu polemik.

Salah satu senior REI Sulsel, Idris Mangga Barani, didamping Sawaluddin Arief/ baju biru (salah satu pentolan tim pemenang Rezza, sebagai akal calon ketua DPD REI Sulsel) dan Salahuddin Alam/ batik biru kiri

​”Jangan melampaui keputusan hakim,” tegas Aldin menanggapi tuduhan tersebut.

​Soliditas organisasi ini makin diperkuat dengan hadirnya jajaran tokoh lintas sektor dari tingkat daerah hingga nasional, di antaranya:

​Tokoh Pengusaha: Founder Bosowa Group Aksa Mahmud dan Founder IMB Group H. Andi Idris Manggabarani.

​Pemerintah & Pimpinan Daerah: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin serta Direktur Pengendalian Hak Tanah ATR/BPN Andi Renal.

​Sektor Pembiayaan: Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma.

​Pimpinan Pusat REI: Ketua Umum DPP REI Joko Suranto dan Sekretaris Jenderal DPP REI Raymond Arfandy.

​Sebelum puncak acara, panitia juga telah menggelar aksi penanaman pohon di GMTD serta welcome dinner. Ketua OC Musda REI Sulsel, Asrul, menyampaikan optimismenya agar forum penentuan kepemimpinan periode 2026–2029 ini dapat melahirkan arah kebijakan baru yang membawa kebahagiaan dan kemajuan industri properti di Sulawesi Selatan. (ish)