NETSULSEL | Makassar, Duka warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di kawasan padat penduduk Kota Makassar tak dipikul seorang diri. Di tengah kepulan asap dan puing yang tersisa di lokasi seperti Jalan Sultan Abdullah dan Jalan Kandea, hadir hangat gelombang kepedulian dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Pemkot Makassar, para abdi negara ini bahu-membahu menggalang donasi hingga puluhan juta rupiah demi menyalakan kembali asa para korban.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan bahwa pemerintah daerah hadir sepenuhnya bukan hanya sebagai pelaksana tugas, melainkan sebagai keluarga yang siap merangkul saat warga tertimpa musibah. Penanganan pascabencana digerakkan secara bergotong royong lintas SKPD. Langkah ini menggarisbawahi bahwa pelayanan publik sejati berakar dari rasa empati dan kepedulian sosial yang mendalam terhadap sesama.
Memahami bahwa bantuan tak sekadar soal pemenuhan perut, KORPRI Pemkot Makassar menyisir kebutuhan yang lebih personal dan mendesak. Ketika bantuan makanan dan dapur umum telah terpenuhi oleh Dinas Sosial serta BPBD, donasi ASN dialihkan untuk menyediakan terpal, pakaian dalam, perlengkapan mandi, hingga ratusan kotak susu UHT untuk anak-anak. Pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan ini memastikan setiap warga terdampak merasa bermartabat dan terperhatikan dengan baik.
”Setiap SKPD bergerak sesuai tupoksinya untuk membantu masyarakat yang terdampak. Kami melihat kebutuhan langsung di lapangan, seperti pakaian, obat-obatan, dan perlengkapan pribadi,” ujar pria yang akrab disapa Appi tersebut. Kehadiran bantuan yang terencana ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memberikan perlindungan terbaik di saat-saat paling krusial bagi warganya.
Di balik aksi kepedulian ini, Pemkot Makassar juga terus menguatkan kesiapsiagaan armada pemadam kebakaran selama 24 jam sembari mengetuk kesadaran warga untuk saling menjaga dari potensi bahaya di musim kemarau. Musibah kebakaran memang bisa datang tanpa diduga, tetapi dari musibah ini pula masyarakat Makassar menyaksikan indahnya nilai persaudaraan bahwa di saat ada warga yang terjatuh, seluruh jajaran kota siap mengulurkan tangan untuk membangkitkan kembali.(duppa)










