
Berbulan-bulan Menggantung, SC Akhirnya “Dipaksa” Buka Penjaringan Ketua Golkar Sulsel
NETSULSEL | Makassar, Setelah membiarkan publik dan kader menunggu dalam ketidakpastian selama berbulan-bulan, Steering Committee (SC) Musda XI Partai Golkar Sulawesi Selatan akhirnya “terbangun dari tidur”. Terkini, SC berjanji akan segera membuka keran penjaringan Bakal Calon (Balon) Ketua DPD I Golkar Sulsel periode 2026-2031.
Langkah yang terkesan buru-buru ini diambil bukan tanpa sebab. Koordinator SC Musda Golkar Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, blak-blakan mengakui bahwa pihaknya baru bergerak setelah menerima “perintah keras” dari DPP Partai Golkar dan Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M. Said.
“DPP Partai Golkar dan juga Plt Ketua Golkar Sulsel telah memerintahkan langsung kepada saya selaku Ketua SC untuk segera membuka penjaringan bakal calon sebelum Musda XI dihelat. Sedianya pertengahan bulan ini,” tegas Armin, Jumat (3/7/2026).
Kejar Tayang Pekan Depan
Sadar waktu kian mempet, mantan anggota DPRD Sulsel ini menyatakan akan langsung mengumpulkan seluruh unsur SC untuk menggelar rapat kilat. Agenda utamanya: menentukan jadwal penjaringan dan mematangkan persiapan teknis yang sempat tersendat.
Di bawah tekanan target dari Jakarta (DPP), Armin berharap tidak ada lagi penundaan. Proses penjaringan sedianya harus sudah dimulai pekan depan. Namun, ia berkilah bahwa kepastian tanggal mainnya masih harus mengetuk palu rapat bersama jajaran SC dan ex-officio Organizing Committee (OC).
“Sesuai arahan DPP, saya berharap dalam rapat nanti teman-teman SC maupun OC dapat menyetujui dilaksanakan pekan depan. Waktu pasti dan mekanismenya akan kami bicarakan bersama,” lanjutnya.
Dibayangi Juklak 02/2025
Di tengah tensi politik internal yang diprediksi memanas, Armin mengingatkan bahwa seluruh tahapan Musda tidak boleh keluar dari koridor hukum partai. SC berkomitmen untuk tetap tunduk pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Nomor 02/2025 yang diterbitkan DPP Partai Golkar.
Meski aturan main sudah klir, Armin menekankan pentingnya kompromi taktis di lapangan agar suksesi kepemimpinan beringin Sulsel ini tidak berujung ricuh.
”Apa pun mekanismenya, kiblat kami tetap Juklak 02/2025. Hanya saja, teknis penerapan di lapangan harus dibicarakan matang dalam rapat agar semuanya berjalan lancar dan terkendali,” pungkasnya.
Catatan Redaksi:
Perebutan kursi panas ‘Beringin Sulsel’ ini akan dipusatkan di Markas DPD I Partai Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa Nomor 2, Kota Makassar. Akankah proses penjaringan pekan depan berjalan mulus, atau justru memicu faksi baru? Kita lihat saja.









