NETSULSEL | Pohuwato, Nasib solar bersubsidi di Kabupaten Pohuwato Prov.Gorontalo rupanya sedang ketagihan bermain petak umpet. Bedanya, yang main sembunyi-sembunyi adalah oknum yang main belakang, sedangkan yang cari-carian adalah aparat yang ternyata… saling “senggol” barang tangkapan kawan sendiri yakni SOLAR.
Aksi saling oper paket solar ini bermula pada Senin dini hari (10/8/2026) sekitar pukul 03.00 WITA. Personel Sat Brimob Polda Gorontalo yang sedang siap siaga mendadak melihat sebuah mobil bak terbuka memacu kecepatan seperti sedang dikejar pusingnya hidup.
Merasa ada yang tak beres, Brimob pun melakukan aksi kejar-kejaran ala film laga. Sadar kalah cepat dan terdesak, sang pengemudi mengambil keputusan paling taktis, parkir mendadak di pinggir jalan, buka pintu, lalu jurus langkah seribu melompati semak-semak.
Begitu dihampiri dan dicek oleh tim gabungan bersama Satreskrim Polres Pohuwato, ternyata ada rombongan lima unit mobil bak terbuka yang totalnya mengangkut 200 jerigen alias 7.000 liter solar bersubsidi. Diduga kuat, cairan emas hitam ini mau diselundupkan ke lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Buntulia.

Namun, drama komedi baru dimulai saat petugas menghitung muatan. Dari lima mobil tersebut:
4 unit mobil (120 galon / 4.200 liter): Sukses diangkut manis ke Mapolres Pohuwato untuk proses hukum.
1 unit mobil (80 galon / 2.800 liter): Mendadak bikin petugas garuk-garuk kepala. Usut punya usut, mobil ini diduga milik oknum anggota TNI. Tak mau salah paham berkepanjangan, mobil berserta isi solarnya langsung diserahkan dengan senyum ramah ke Unit Intel Korem 133/Nani Wartabone.
Kasat Reskrim Polres Pohuwato, IPTU Renly H. Turangan, menegaskan bahwa penindakan ini adalah bukti keseriusan polisi mencegah penyalahgunaan BBM subsidi. “Barang bukti empat unit kendaraan dan 4.200 liter solar sudah kita amankan di Mapolres untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.
Aksi Balasan? Murni ‘Dejavu’ MINGGU LALU
Dikutip dari Harian Post.id, Usut punya usut, aksi penyerahan “paket tetangga” ini rupanya mirip kisah balasan lima hari sebelumnya.
Rabu dini hari (5/8/2026) pukul 02.00 WITA, giliran Tim Intel Kodam XIII Merdeka yang dipimpin Kapten Stevie Lamalo sedang beraksi di Desa Palopo. Mereka mencegat mobil Daihatsu Gran Max bermuatan agak amblas yang meluncur dari Limboto menuju Marisa.
Saat dicek, ada 71 jerigen berisi 2.485 liter solar yang juga siap dikirim ke tambang emas ilegal. Dan tebak punya siapa? BBM tersebut diduga kuat milik seorang oknum anggota Brimob Polda Gorontalo berinisial Brigadir (V). Tanpa birokrasi berbelit, Intel Kodam pun menyerahkan total barang bukti tersebut ke Polres Pohuwato pada pukul 03.00 WITA.
Kini, warga Pohuwato hanya bisa mengelus dada sambil tersenyum geli. BBM subsidi yang sejatinya buat rakyat kecil malah jadi “bola pingpong” di jalanan malam: Rabu dikandangin Kodam, Senin dibalas Brimob, dan ujung-ujungnya sama-sama diangkut ke kantor polisi.(ita)










