Genderang Musda Golkar Sulsel Ditabuh, Berebut Takhta Beringin, Pendaftaran Balon Ketua Resmi Dibuka!

Kordinator Steering Commite, Armin Mustari Toputiri dalam sketsa AI.

NETSULSEL | ​Makassar, Peta politik di Sulawesi Selatan dipastikan bakal kembali memanas. Setelah dinanti-nanti, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar akhirnya resmi menurunkan restu terkait jadwal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel melalui surat bernomor B-ID50/DPP/GOLKAR/VII/2026.

​Menindaklanjuti perintah pusat, Steering Committee (SC) bergerak cepat menggelar rapat internal dan resmi mengumumkan lini masa penjaringan Bakal Calon (Balon) Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel untuk periode 2026-2031. Markas berlambang pohon beringin di Jalan Amanagappa Nomor 2, Makassar, dipastikan akan menjadi ring perebutan pengaruh para elite politik lokal.

Lini Masa Perburuan Formulir, Hanya Ada Waktu Dua Hari
SC Musda XI menerapkan jadwal yang cukup ketat bagi para figur yang ingin bertarung memperebutkan kursi nomor satu Golkar Sulsel. Proses penjaringan ini diprediksi akan menyedot perhatian publik mengingat strategisnya posisi Golkar di konstelasi politik Sulawesi Selatan.

Berikut adalah jadwal resmi proses penjaringan:

​13–14 Juli 2026: Pengambilan berkas formulir pendaftaran Bakal Calon Ketua.

​15–17 Juli 2026 (Pukul 09.00 – 17.00 WITA): Pengembalian dan penyerahan berkas pencalonan.

​17 Juli 2026 (Pukul 17.00 WITA): Batas akhir perbaikan berkas dan penutupan masa penjaringan.

​18 Juli 2026: Pembukaan Musda XI Golkar Sulsel yang sedianya dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar.

​Para kandidat yang berniat maju diperbolehkan mengutus tim atau Liaison Officer (LO) saat proses administrasi, dengan syarat mutlak membawa Surat Kuasa resmi bermaterai dari calon yang bersangkutan.

Regulasi Ketat demi Menjaga Marwah Beringin
​Ketua Steering Committee Penjaringan Calon Ketua Golkar Sulsel, Armin Mustari Toputiri, menegaskan bahwa seluruh proses ini akan dikawal dengan sangat ketat dan berpedoman penuh pada Juklak 02/2025 yang diterbitkan oleh DPP Golkar. ​Demi menjaga kondusivitas di area sekretariat, pihak SC juga membatasi jumlah rombongan yang masuk ke ruang pendaftaran. Masing-masing kandidat hanya diperbolehkan membawa maksimal 35 orang pendukung yang wajib dilengkapi dengan ID Card resmi.

​”Musda Golkar Sulsel ini adalah panggung politik sakral yang menjadi barometer kekuatan partai di wilayah timur Indonesia. Oleh karena itu, kami di Steering Committee berkomitmen menjaga proses penjaringan ini berjalan dengan objektif, transparan, dan disiplin tinggi. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi kader-kader terbaik Beringin yang ingin mengabdikan diri,” ujar Armin Mustari Toputiri kepada media.

​”Mengingat tensi politik lokal yang selalu dinamis dan antusiasme kader yang besar, kami mengimbau kepada seluruh tim sukses dan simpatisan untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan tidak mengganggu fasilitas publik di sekitar Jalan Amanagappa selama proses ini berlangsung. Siapa pun yang maju, marwah partai harus tetap di atas segalanya,” tambah Armin menutup penjelasannya.

​Dengan pengumuman resmi ini, bursa pencalonan Ketua Golkar Sulsel dipastikan menggelinding liar dalam sepekan ke depan. Siapa jenderal lapangan baru yang akan menakhodai Beringin Sulsel? Dinamika di Jalan Amanagappa pada 13 Juli mendatang akan mulai menjawabnya.(ita)