
NETSULSEL| Maros, Program penyediaan perumahan layak huni yang dicanangkan pemerintah terus mendapat dorongan positif dari sektor swasta. Salah satu bukti nyata keberhasilan sinergi ini ditunjukkan oleh proyek perumahan subsidi Bumi Findaria Mas 5 di kawasan Moncongloe, Kabupaten Maros. Belum genap satu tahun beroperasi, proyek ini mencatat lonjakan penjualan yang fantastis sekaligus menjadi simbol baru pembangunan daerah yang inklusif.
Dari total 787 unit yang direncanakan sejak November tahun lalu, hingga pertengahan Juli 2026 ini tercatat hanya tersisa 102 unit yang belum terjual. Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap kualitas hunian berprogram subsidi pemerintah.
Sinergi Strategis Mendukung Pembangunan Daerah
Kehadiran Bumi Findaria Mas 5 menjadi angin segar bagi percepatan pembangunan di perbatasan Kabupaten Maros dan Kota Makassar. Pihak pengembang tidak sekadar membangun rumah, melainkan menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru dengan standar infrastruktur yang tinggi.
Aksesibilitas Tinggi: Terletak di kawasan Moncongloe yang berbatasan langsung dengan ibu kota Sulawesi Selatan, kawasan ini mempermudah mobilitas masyarakat dan mengurai kepadatan perkotaan.
Infrastruktur Premium: Jalan utama kompleks dibangun menggunakan konstruksi beton kokoh dengan lebar mencapai 9 meter—sebuah standar yang menyamai kawasan hunian komersial.
Tata Ruang yang Manusiawi: Setiap unit rumah berdiri di atas lahan berukuran 6 \times 12 meter yang mencakup 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, teras, halaman depan, serta halaman belakang sepanjang 1,75 meter untuk pengembangan hijau.
”Harganya bersubsidi, tetapi kualitasnya tidak jauh berbeda dengan rumah komersial. Inilah kontribusi kami dalam menghadirkan hunian yang memanusiakan penghuninya, sebuah ‘rumah subsidi rasa komersial’,” ujar Sulkhair, Manager Marketing Bumi Findaria Mas.
Pembangunan Berbasis Lingkungan dan Mitigasi Banjir
Ekonomi yang maju harus berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan. Bumi Findaria Mas 5 mengadopsi konsep ini dengan memanfaatkan potensi alam sekitar secara bijak. Keberadaan sungai di bagian belakang perumahan yang bermuara ke Sungai Tello Makassar dikelola tidak hanya untuk menambah nilai estetika kawasan, tetapi juga difungsikan optimal sebagai saluran pembuangan air utama.
Didukung oleh sistem drainase modern yang menggunakan cetakan beton pracetak (precast), kawasan ini dirancang tangguh terhadap potensi banjir, memberikan rasa aman jangka panjang bagi para penghuni.
Pengakuan Warga, Dari Buruh Bangunan hingga Ibu Rumah Tangga
Keberhasilan proyek ini paling nyata dirasakan oleh masyarakat selaku penerima manfaat langsung dari program pembangunan. Rusdi, seorang buruh bangunan yang kini menetap di Blok G, memberikan kesaksian profesionalnya mengenai kualitas fisik bangunan.
”Nyaman tinggal di sini. Bangunannya luas, jalanannya lebar, dan kualitas konstruksinya bagus. Sangat berbeda dengan pengalaman saya sebelumnya,” ungkap Rusdi.
Senada dengan Rusdi, Herawati yang tinggal di Blok D mengakui bahwa kombinasi harga terjangkau program pemerintah dan eksekusi developer yang berkualitas adalah jawaban atas impian masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah modern.
Menjaga Keseimbangan Kawasan yang Inklusif
Untuk menciptakan ekosistem lingkungan yang seimbang dan inklusif, pengembang Bumi Findaria Mas 5 juga menyiapkan 53 unit rumah komersial (nonsubsidi) di area depan kompleks. Langkah ini dinilai strategis dalam mendorong terjadinya interaksi sosial ekonomi yang sehat antar-lapisan masyarakat, sekaligus meningkatkan nilai investasi wilayah Maros secara keseluruhan.
Melalui capaian ini, Bumi Findaria Mas 5 membuktikan bahwa pemenuhan target pembangunan rumah subsidi oleh pemerintah dapat berjalan beriringan dengan komitmen mutu yang tinggi, membawa dampak ekonomi nyata, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sulawesi Selatan. (ist)












