Harapan di Tengah Ombak Selayar, Biddokkes Polda Sulsel Bentang Posko Kemanusiaan untuk Korban KML Nurul Salsa

Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan bergerak cepat mendirikan Posko Ante Mortem menyusul tragedi memilukan yang menimpa kapal KML Nurul Salsa di perairan Pulau Polassi, Bontosikuyu, akibat kerusakan mesin beberapa hari lalu.

NETSULSEL | Makassar,  Di balik dinding-dinding Kantor Biddokkes Polda Sulsel di Jalan Kumala, Makassar, serta di sudut Pelabuhan Benteng, Kepulauan Selayar, suasana haru dan kesigapan menyatu. Sebuah ruang kemanusiaan resmi dibuka. Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan bergerak cepat mendirikan Posko Ante Mortem menyusul tragedi memilukan yang menimpa kapal KML Nurul Salsa di perairan Pulau Polassi, Bontosikuyu, akibat kerusakan mesin beberapa hari lalu.

​Posko ini bukan sekadar pusat data, melainkan jembatan harapan bagi para keluarga yang sedang didera kecemasan mendalam. Di sinilah, setiap senyum, pakaian terakhir yang dikenakan, hingga sampel DNA para korban yang masih hilang dicatat dengan penuh ketelitian oleh petugas.

Menjemput Asa dengan Tim DVI

​Malam yang dingin tidak menyurutkan langkah 11 personel Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel. Dengan membawa perlengkapan medis dan identifikasi yang lengkap, tim ahli ini diberangkatkan menuju Selayar untuk bahu-membahu bersama Tim SAR Gabungan yang sudah lebih dulu bertaruh nyawa di tengah lautan.

​Kehadiran mereka membawa misi ganda yang menyentuh sisi kemanusiaan:

    • Pertolongan Pertama: Tim disiapkan dengan peralatan medis darurat untuk langsung memberikan perawatan intensif jika ada korban yang ditemukan dalam kondisi selamat.
    • Penghormatan Terakhir: Jika takdir berkata lain, tim juga telah menyiagakan langkah identifikasi melalui Posko Post Mortem agar setiap korban yang gugur dapat kembali ke pelukan keluarga dengan nama dan kehormatan yang jelas.

​”Kami telah membekali personel dengan perlengkapan medis untuk skenario penyelamatan, namun kami juga bersiap dengan Posko Post Mortem jika ditemukan korban meninggal dunia,” ujar Kaur DVI Biddokkes Polda Sulsel, Kompol Abd. Rahman.

 

​Doa Bersama untuk 25 Jiwa

​Hingga hari kedua pasca-tenggelamnya kapal, situasi di lapangan masih dinamis dan penuh tantangan. Data awal mencatat satu orang telah dinyatakan meninggal dunia, sementara 25 jiwa lainnya masih dalam pencarian ombak Selayar. Di tengah ketidakpastian ini, para petugas di posko terus menunggu perkembangan dengan hati yang ikut berdebar bersama keluarga korban.

​Melalui posko-posko kemanusiaan ini, Kepolisian tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi sebagai sandaran emosional bagi masyarakat yang sedang terluka. Untaian doa terbaik terus mengalir dari setiap sudut posko, berharap mukjizat membawa pulang mereka yang hilang dalam keadaan selamat.(syam)