Menyemaikan Benteng Kesehatan di Usia Dini, Ketika Sinergi Sekolah dan BBPOM Makassar Menyiapkan Generasi Emas 2045

kolaborasi manis antara SD Kartika XX-I Makassar dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Sebuah integrasi bernilai tinggi yang menyatukan visi pendidikan dan kesehatan sejak hari pertama orang tua melangkahkan kaki di lingkungan sekolah baru sang buah hati.

NETSULSEL | ​Makassar, Di bawah langit cerah Kota Makassar, Sabtu pagi (18/7/2026), suasana hangat dan penuh antusiasme menyeruak di SD Kartika XX-I Makassar. Ruangan tempat berlangsungnya Sosialisasi Program Sekolah bagi orang tua murid baru hari itu terasa begitu spesial. Tidak hanya membicarakan kurikulum dan target akademis, para orang tua diajak menyelami sebuah fondasi hidup yang jauh lebih mendasar namun krusial: keamanan pangan dan perlindungan anak.

​Langkah inovatif ini terwujud lewat kolaborasi manis antara SD Kartika XX-I Makassar dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Sebuah integrasi bernilai tinggi yang menyatukan visi pendidikan dan kesehatan sejak hari pertama orang tua melangkahkan kaki di lingkungan sekolah baru sang buah hati.

Fondasi Jiwa dan Raga yang Sehat
​Pihak sekolah menyadari betul bahwa kecerdasan akademik anak tidak akan bisa mekar dengan sempurna tanpa tubuh yang sehat dan jiwa yang tangguh. Dalam sambutannya, Kepala SD Kartika XX-I Makassar menyambut hangat kehadiran tim BBPOM Makassar, menekankan bahwa kesehatan fisik siswa adalah pilar utama yang menyokong seluruh proses tumbuh kembang dan belajar mengajar. Melalui momentum ini, sekolah dan orang tua melangkah bersama, menyelaraskan pandangan untuk mengawal apa saja yang dikonsumsi oleh buah hati mereka, baik di dalam maupun di luar pagar sekolah.

​Hadir langsung menyapa para orang tua, Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menegaskan peran vital BBPOM RI sekaligus mengobarkan semangat menjaga kebersihan dan keamanan pangan dari cemaran fisik, kimia, maupun biologi.

​”Bukan pangan jika tidak aman. Keamanan pangan merupakan tanggung jawab kita bersama dalam menyiapkan Generasi Emas Penerus Bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Yosef penuh inspirasi.

Menjaga Mimpi dari Ancaman Tersembunyi
​Tidak hanya menyoroti jajanan sekolah, Yosef Dwi Irwan juga memberikan pesan menyentuh mengenai bahaya laten yang kerap mengintai usia remaja, mulai dari bahaya rokok konvensional dan vape hingga maraknya penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti Tramadol, Trihexyphenidil, dan Dextromethorphan.

​Ia mengingatkan bahwa masa depan cerah anak-anak sering kali terancam oleh keputusan yang salah di usia muda. “Berbagai kasus perkelahian pelajar, perundungan (bullying), pencurian, hingga tindak kriminal di kalangan pelajar kerap berawal dari konsumsi obat-obatan ilegal tersebut. Waspadalah, karena penyesalan di kemudian hari tiada berguna,” pesan Yosef, mengetuk nurani setiap orang tua yang hadir untuk lebih peka dan peduli terhadap pergaulan anak.

Bekal Praktis Orang Tua Cerdas
​Edukasi yang diberikan tidak sekadar retorika. Narasumber BBPOM Makassar, Atsuko Al Aminy (PFM Madya), membekali para orang tua dengan keterampilan praktis melalui “5 Kunci Keamanan Pangan”. Mengikuti perkembangan zaman, para orang tua diajak langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi BPOM Mobile di gawai mereka masing-masing. Hanya dalam beberapa ketukan jari, kini para orang tua dapat memastikan keaslian dan legalitas izin edar produk pangan maupun obat dengan mudah.

​Tak lupa, prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) ditanamkan sebagai kebiasaan baru yang wajib diterapkan sebelum membeli makanan kemasan untuk keluarga.

Mewujudkan Ekosistem Sehat untuk Masa Depan
​Sinergi antara BBPOM Makassar dan SD Kartika XX-I ini melahirkan sebuah asa baru: terwujudnya ekosistem sekolah yang sehat secara menyeluruh. Di satu sisi, sekolah berkomitmen menyediakan fasilitas kantin yang higienis dan terjamin; di sisi lain, orang tua menjadi benteng utama di rumah yang membimbing kebiasaan makan anak secara bijak.

​Langkah preventif nan kolaboratif ini menjadi bukti nyata bahwa mencetak generasi Sulawesi Selatan yang sehat, cerdas, dan berkarakter bukan sekadar impian, melainkan aksi nyata yang dimulai dari piring makanan dan kepedulian keluarga hari ini.(mbie)