
NETSULSEL | Sungguminasa, Setelah sempat dihangatkan oleh gelombang dinamika politik terkait Pansus Hak Angket hingga Hak Menyatakan Pendapat (HMP) di gedung dewan, atmosfer politik di Kabupaten Gowa kini perlahan menemukan titik baliknya. Gesekan dan perbedaan pandangan antara parlemen dengan Pemerintah Kabupaten Gowa di bawah kepemimpinan Bupati Husniah Talenrang mulai menemu arah baru: merajut kembali harmonisasi demi satu kepentingan tertinggi, yakni kesejahteraan rakyat Butta Gowa.
Langkah penyejuk ini mengemuka dalam pertemuan silaturahmi antara Wakil Sekretaris DPW PAN Sulawesi Selatan, Jabal Nur, bersama Ketua DPC PKB Gowa, Abdul Haris Kulle (Pak Indra). Pertemuan lintas partai ini menjadi sinyal kuat bahwa tensi politik di daerah berjuluk Tua Gowa tersebut telah berangsur mereda dan memasuki fase yang lebih dewasa.
Mendinginkan Suasana, Mengawal Proses Hukum secara Bijak
Dinamika yang sempat menyita perhatian publik terkait panitia khusus (pansus) dan berbagai isu tata kelola pemerintahan kini disepakati untuk dikembalikan sepenuhnya pada koridor yang berlaku. Pihak-pihak terkait menyadari bahwa riuh politik tidak boleh mengorbankan kondusivitas daerah dan pelayanan publik.
Jabal Nur mengungkapkan bahwa bola panas terkait berbagai dugaan dan penyelidikan—termasuk isu fee seragam sekolah yang sempat menyita perhatian publik—kini berada sepenuhnya di tangan aparat penegak hukum, baik di Polda Sulsel maupun Polrestabes Makassar.
Dengan menyerahkan proses tersebut kepada aparat kepolisian, masyarakat dan para pelaku politik dapat mengalihkan fokus untuk menjaga iklim daerah tetap tenang dan kondusif.
”Suasana di Gowa mulai reda setelah ada dinamika hak angket kemarin, tensi politik sudah turun. Pertemuan dengan Pak Indra (Ketua PKB Gowa) sepakat bahwa suasana kondusif di Gowa ini sangat penting, agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum yang jelas dan tidak berlarut-larut dalam spekulasi,” ungkap Jabal.
Menatap Masa Depan: Merajut Harmonisasi Eksekutif dan Legislatif
Di tengah proses Paripurna Hak Menyatakan Pendapat yang terus berjalan sesuai mekanisme konstitusional, kesepakatan para elite partai politik untuk mendinginkan suasana menjadi angin segar. Harmonisasi antara DPRD Gowa dan Bupati Husniah Talenrang dipandang sebagai fondasi utama agar roda pembangunan tidak terhenti oleh sekat perselisihan.
Kabupaten Gowa membutuhkan stabilitas. Sinergi yang kokoh antara eksekutif sebagai eksekutor program dan legislatif sebagai pengawas serta penyalur aspirasi adalah kunci utama agar program-prasarana masyarakat, pendidikan, hingga ekonomi warga dapat berjalan optimal.
Kesadaran untuk menurunkan ego politik dan mengedepankan dialog kebangsaan ini membuktikan maturity politik para pimpinan partai di Gowa. Rapat Paripurna penyampaian pendapat ke depan diharapkan menjadi ajang penyelesaian yang bermartabat, transparan, dan berorientasi pada solusi masa depan.
Kini, harapan besar ditumpukan pada pundak para pimpinan dewan dan Bupati Gowa untuk kembali duduk bersama. Sebab pada akhirnya, di atas segala pertarungan wacana dan intrik politik, kemajuan Kabupaten Gowa dan senyum masyarakatnya adalah pemenang yang sejati.(qas)








