NETSULSEL | Makassar, Eksekusi lahan di kawasan 1000 meter rumah seni permanen di Jalan Daeng Tata Raya, kampung Cidde, Kota Makassar, berakhir bentrok pada Kamis (10/9/2026) pagi. Penolakan keras dari warga setempat memicu kericuhan hingga memakan korban dari pihak kepolisian.
Aksi saling lempar batu tak terelakkan saat aparat keamanan berupaya mengamankan area dan menembus barikade warga. Situasi yang kian memanas di tengah himpitan massa membuat barisan petugas terdesak.

Dalam insiden tersebut, seorang personel kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka setelah terjatuh dan terinjak oleh rekannya sendiri sesama petugas di tengah kekacauan aksi saling dorong.
Selain bentrokan fisik, warga yang bertahan juga melontarkan lemparan batu ke arah petugas. Guna mengantisipasi kericuhan meluas, warga sempat memblokir akses jalan utama Daeng Tata 3 menggunakan kayu dan ban bekas, yang menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi lumpuh total.
Petugas imbau para pengguna jalan dari arah Jalan Sultan Alauddin maupun kawasan Tanjung Bunga untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan panjang.
Hingga saat ini, aparat gabungan masih disiagakan di lokasi kejadian untuk mengamankan situasi serta mengawal proses hukum pengosongan lahan agar tidak kembali bergejolak. Warga juga masih bertahan dilokasi dengan menyandera sebuah truk dan sebuah kendaraan eskavator. (syam)

















