
NETSULSEL | Bone, Di balik seragam tegas Kepolisian Negara Republik Indonesia, tersimpan ketulusan dan kepedulian yang hangat. Hal tersebut dibuktikan secara nyata oleh Bhabinkamtibmas Desa Kading, Polsek Awangpone, Aiptu Jamil. Saat duka mendalam menyelimuti warga Desa Kading atas kepulangan almarhum Hardedi, Sekretaris Desa setempat, Aiptu Jamil hadir bukan sekadar sebagai pengayom keamanan, melainkan sebagai seorang saudara.
Pada Kamis (30/7/2026), suasana haru menyelimuti desa. Di tengah runsingnya rasa kehilangan, Aiptu Jamil melangkah mantap menyatu bersama warga. Tanpa canggung, bahunya ikut menopang beban keranda jenazah almarhum Hardedi, mengantarkannya langkah demi langkah menuju tempat peristirahatan terakhir.
Momen ini menjadi gambaran indah betapa indahnya nilai gotong royong dan empati yang berkelanjutan. Kehadiran Aiptu Jamil memberikan penghiburan serta penguatan moril yang luar biasa bagi keluarga yang ditinggalkan. Ini menjadi pengingat nyata bahwa polisi tidak hanya ada di saat penegakan hukum, tetapi juga hadir merengkuh warga di masa terkelam mereka.
Ketulusan dan aksi humanis Aiptu Jamil menyentuh hati para pelayat dan warga Desa Kading. Apresiasi mendalam mengalir dari pihak keluarga yang merasa dikuatkan oleh sinergi emosional yang erat antara Polri dan masyarakat desa.
Menanggapi keteladanan anggotanya, Kapolsek Awangpone, AKP Supriyadi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas merupakan garda terdepan Polri yang harus mengedepankan nurani dan kepedulian sosial.
”Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak Polri di tengah masyarakat. Saya selalu mengingatkan personel agar senantiasa hadir dengan penuh ketulusan, memberikan Pelayanan terbaik, serta merawat hubungan kekeluargaan. Kehadiran Polri yang humanis adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan dan ketenteraman di hati warga,” tutur AKP Supriyadi.
Kisah dari Desa Kading ini menjadi refleksi hangat bahwa pengabdian terbaik lahir dari rasa empati. Melalui genggaman tangan dan bahu yang saling menopang, sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan senantiasa kokoh, merawat tradisi kebersamaan demi mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan penuh kedamaian. (tmz)









