Merekam Asa di Hari Kesembilan, Deru Gelombang dan Dedikasi Tanpa Batas Tim SAR Gabungan temukan lagi 1 jenasah

Haris kesembilan pencarian, Tim SAR Gabungan, kembali mengevakuasi seorang jenasha yang diuga korban kapal tenggelam.

NETSULSEL | Pulau Matallang, Sembilan hari berlalu. Sembilan hari pula lautan luas Kepulauan Sabalana menjadi saksi bisu perjuangan tanpa lelah para pelaut kemanusiaan. Di bawah hempasan gelombang yang tak menentu dan sengatan matahari yang membakar kulit, Tim SAR Gabungan menolak untuk menyerah. Bagi mereka, setiap jengkal samudra yang disisir bukan sekadar garis koordinat, melainkan janji untuk membawa pulang harapan bagi keluarga yang menanti dalam kepedihan.

​Keteguhan itu akhirnya berbuah petunjuk di pertengahan hari, Kamis (23/7). Sekitar 100 meter dari bibir pantai di sebelah timur laut Pulau Matallang, bayangan sesosok tubuh terlihat terapung di antara riak air.

​Tanpa ragu, Tim Rigid Inflatable Boat (RIB) KN SAR Pacitan langsung memecah gelombang, membelah lautan menuju titik penemuan. Dengan kehati-hatian dan rasa hormat yang mendalam terhadap nilai kemanusiaan, jemari-jemari tangguh para petugas berhasil merengkuh dan mengevakuasi jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut naik ke atas perahu.

Menjemput Asa, Memutus Ketidakpastian
​Di atas geladak KN SAR Pacitan, jenazah disambut dengan penanganan terbaik sebelum proses lanjutan. Di tengah suasana haru dan ketegangan yang menyelimuti, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, menyampaikan perkembangan penuh makna tersebut.

​”Siang ini, Tim RIB KN SAR Pacitan berhasil mengevakuasi satu jenazah berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di sebelah timur laut Pulau Matallang, sekitar 100 meter dari bibir pantai. Jenazah telah kami amankan menuju KN SAR Pacitan untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap Andi Sultan dengan nada suara yang mantap namun sarat kepedulian.

​Meski satu perjumpaan telah berhasil diukir, perjuangan belum usai. Tantangan logistik dan pertimbangan operasional kini menjadi fokus utama demi memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum dan kepastian bagi keluarga.

​”Saat ini kami masih terus berkoordinasi intensif dengan seluruh unsur terkait mengenai titik penyerahan selanjutnya. Apakah armada akan langsung bertolak menuju Makassar atau merapat terlebih dahulu ke Selayar, keputusan ini kami pertimbangkan dengan sangat matang demi efisiensi operasional dan percepatan proses identifikasi korban,” lanjutnya.

Perjuangan Belum Berakhir
​Bagi Tim SAR Gabungan, penemuan ini adalah secercah titik terang di tengah pekatnya ketidakpastian. Setiap detik yang dihabiskan di laut lepas dipacu oleh satu tekad murni: mengembalikan mereka yang hilang ke pelukan hangat keluarga yang menanti dengan doa yang tak pernah putus.

​Usai melepaskan dahaga kepastian pada satu titik, garis pencarian kembali dibentangkan. Tanpa mengenal kata lelah, armada SAR Gabungan kembali memacu mesin, menguji ketangguhan fisik dan mental untuk menyisir setiap sudut Kepulauan Sabalana dan sekitarnya.

​Di atas samudra yang luas, dedikasi mereka menjadi bukti nyata bahwa selama masih ada harapan, kemanusiaan tak akan pernah berhenti berlayar.(syam)