Ambulans Dikira Ngebut, Pria Mabok Parangi Penumpang Mobil Karena Halusinasi ehh Maboknya Pindah ke Sel

sketsa dengan imajinasi AI (hanya pemanis)

NETSULSEL | Bone, Ada-ada saja tingkah warga kalau air kata-kata alias minuman keras sudah menguasai ubun-ubun. Bukannya memberikan jalan untuk mobil ambulans yang biasanya melaju membawa misi kemanusiaan, seorang pria mabuk di Desa Mattanete Bua, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, justru mendadak bergaya seperti jawara silat berbekal sebilah parang panjang.

​Peristiwa jenaka tapi tragis ini terjadi pada Kamis (30/7/2026) malam.

Modus: Sok Jadi Polisi Lalu Lintas Berbaju Alkohol
​Sebut saja sang tokoh utama kita, pria berinisial SA alias BG. Malam itu, BG diduga baru saja menyelesaikan ritual “nyimeng” air seni dewa (baca: miras) hingga matanya keliru membedakan kecepatan kendaraan.

​Modus operandi BG sungguh di luar nalar. Saat mobil ambulans milik ATT yang dikendarai Mahmud bersama korbannya, Abdullah alias Dul (50), melintas santai mengantar barang ke Desa Wollangi, BG yang sedang terhuyung-huyung di pinggir jalan mendadak berteriak histeris.

​”Jangan balap-balap!” teriak BG dengan nada sok tegas, padahal ambulans tersebut melaju sangat pelan bak kura-kura sedang jalan sore.

​Tidak terima diabaikan oleh ambulans yang tetap berlalu, “sensor konyol” di otak BG makin menyala. Saat ambulans melintas balik di lokasi yang sama, BG yang sudah memegang parang panjang langsung memasang posisi menghadang tepat di tengah jalan meniru gaya pahlawan bertopeng, tapi versi salah kaprah.

Penyebab Pemarangan: Halusinasi “Kecepatan” dan Gengsi Alkohol
​Penyebab aksi pemarangan ini murni kombinasi antara dosis alkohol yang kegedean dan halusinasi kecepatan. BG merasa “martabat jalanannya” dilecehkan karena merasa teguran imajiner-nya soal kendaraan yang dikira ngebut tidak digubris. Alkohol berhasil meyakinkan pikiran BG bahwa parang adalah alat terbaik untuk menegur pengemudi ambulans.

​Sudut Pandang Pemarangan, Pertunjukan Parang vs Ketangkasan Tangan Kosong
​Saat ambulans terhenti, BG tanpa ragu mengacungkan parang panjangnya ke arah jendela mobil, berusaha “menyapa” para penumpang di dalamnya dengan sabetan tajam.

​Di sinilah momen paling menegangkan sekaligus menggelikan terjadi. Melihat parang melayang menuju kabin, Pak Dul (50) yang refleknya masih setajam anak muda, langsung melakukan aksi nekat demi menyelamatkan penumpang lain: ia nekat menangkap dan menahan bilah parang tajam itu dengan tangan kosong!

​Aksi “tangan besi” Pak Dul berhasil menggagalkan parang masuk lebih dalam ke kabin mobil, walau harus dibayar mahal dengan luka terbuka di pergelangan hingga jari tangan kanannya. Pak Dul pun harus dievakuasi ke RSUD Tenriawaru Bone untuk dijahit, sementara BG langsung ngacir lari dari lokasi begitu sadar parangnya ditangkap orang.

Ending Singkat, Pelarian Konyol Kurang dari 24 Jam
​Niat hati ingin bersembunyi setelah bikin geger, pelarian BG tidak berlangsung lama. Tim URC Resmob Polres Bone bersama Unit Intel bergerak secepat kilat. Setelah membujuk keluarga dan pemerintah desa setempat, “sang jawara parang” ini akhirnya menyerahkan diri pada Jumat pagi (31/7/2026) dengan wajah memelas—sangat jauh berbeda dari gaya sangarnya malam sebelumnya.

​BG kini resmi menginap di “Hotel Prodeo” Mapolres Bone untuk mempertanyakan kembali logika berpikirnya saat mabuk.

Pojok Hukum Khas NETSULSEL
​Jauhi Miras, Perbanyak Air Putih: Minuman keras tidak bikin Anda jadi superhero, tapi cuma bikin Anda jadi “tersangka”. Efek alkohol cuma ada dua: kalau tidak masuk Rumah Sakit, ya masuk Kantor Polisi.

​Jeratan Pasal Menanti: Bagi Anda yang suka main pamer parang sembarangan, ingat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan (ancaman hingga 2,8 – 5 tahun penjara) plus Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam tanpa hak (ancaman pidana hingga 10 tahun penjara).

​Parang Itu Alat Bertani, Bukan Alat Diskusi: Jika ada masalah di jalan, pakailah otak dingin dan klakson, bukan parang panjang. Memegang parang di jalanan tidak akan membuat Anda terlihat keren, tapi justru membuat Anda bertukar alamat ke sel tahanan. (ita)