BPC Perhumas Makassar Periode 2026–2029 Resmi Dilantik: Siap Jadi Barometer dan Pusat Kolaborasi PR Indonesia Timur

Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Kota Makassar periode 2026–2029 resmi dilantik pada Sabtu (8/8/2026). Momentum ini menandai kebangkitan insan kehumasan untuk memperkuat posisi Public Relations (PR) tidak sekadar sebagai penyambung lidah, melainkan sebagai pilar strategis dalam menjawab tantangan era digital dan krisis komunikasi yang kian kompleks.

NETSULSEL | Makassar, Sebuah babak baru dalam dunia komunikasi publik Indonesia Timur resmi dimulai dari jantung Kota Makassar. Bertempat di Amphitheater Wisma Kalla, Jalan Dr. Ratulangi, Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Kota Makassar periode 2026–2029 resmi dilantik pada Sabtu (8/8/2026). Momentum ini menandai kebangkitan insan kehumasan untuk memperkuat posisi Public Relations (PR) tidak sekadar sebagai penyambung lidah, melainkan sebagai pilar strategis dalam menjawab tantangan era digital dan krisis komunikasi yang kian kompleks.

​Pelantikan berkesan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum BPP Perhumas Indonesia, Gloria Oyong, yang secara resmi menetapkan Devo Khadafi sebagai Ketua BPC Perhumas Makassar beserta jajaran pengurus baru. Acara ini berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh-tokoh penting, antara lain Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Makassar Andi Irwan Bangsawan (mewakili Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin), Sekretaris BPP Perhumas Indonesia Benny Butarbutar, Anggota DPR RI Syamsu Rizal, serta Head of External Relations Sorowako and Sorowako Outer Area PT Vale Yusri Yunus.

​Tidak sekadar seremonial, momen pelantikan ini juga diwarnai dengan ruang diskusi berbobot melalui PR Talk yang membedah peran vital praktisi PR dalam menghadapi krisis komunikasi multidimensi. Gloria Oyong menegaskan harapannya agar kepengurusan baru ini mampu membawa angin segar dan standar baru bagi ekosistem komunikasi di kawasan timur Indonesia.

​“Kami berharap BPC Perhumas Makassar tidak hanya menjadi organisasi profesi yang aktif setiap kegiatan, tapi mampu menghadirkan gagasan-gagasan baru, praktik komunikasi terbaik, dan ruang kolaborasi lintas sektor,” ujar Gloria Oyong seraya mendorong Perhumas Makassar agar tumbuh menjadi kiblat pengembangan PR di Indonesia Timur.

​Pentingnya peran humas modern juga diamini oleh Pemerintah Kota Makassar. Membacakan sambutan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Asisten I Andi Irwan Bangsawan menyoroti pergeseran paradigma fungsi kehumasan di era modern. Jika dahulu humas sebatas diidentikkan dengan hubungan media, kini humas adalah benteng utama strategi komunikasi organisasi di tengah derasnya arus informasi.

​“Kalau cerita tentang Humas dulu itu pasti berhubungan dengan wartawan, sebagai fungsi sekunder di organisasi. Tapi dengan perubahan dinamika zaman, Humas sekarang adalah bagaimana menciptakan kemampuan komunikasi yang baik,” tutur Andi Irwan menggarisbawahi pentingnya adaptasi peran humas saat ini.

​Menjawab tantangan tersebut, Ketua BPC Perhumas Makassar terpilih, Devo Khadafi, membawa visi kolaboratif dengan merangkul lima unsur pentahelix—pemerintah, swasta, akademisi/perguruan tinggi, media, dan komunitas—ke dalam struktur kepengurusan periode 2026–2029. Fondasi inklusif inilah yang diharapkan mampu menyatukan potensi daerah demi memperkuat ekosistem kehumasan yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.

​“Di dalam kepengurusan Perhumas Makassar tergabung lima unsur pentahelix: ada pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media, dan komunitas. Ini merupakan kesyukuran bagi kami dan menjadi energi besar untuk melangkah ke depan,” tegas Devo Khadafi dengan optimistis.(qas)