Misteri Jasad Membusuk di Rumah Terkunci Toddopuli. Meninggal Misterius, Polisi Selidiki Dugaan Penyebab Kematian Muhaimin

jenasah membusuk di rumah terlantar di jalan Toddopuli diperkirakan sudah meninggal 4-5 hari

NETSULSEL | Makassr, Warga Jalan Toddopuli 2 Setapak 1, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, digegerkan oleh penemuan mayat laki-laki yang membusuk di dalam rumahnya pada Minggu (20/9/2026) malam. Korban diketahui bernama Muhaimin Amrullah (48), seorang pria paruh baya yang tinggal seorang diri dan tidak bekerja.

​Penemuan ini mendadak menyedot perhatian publik dan memicu teka-teki: Mengapa Muhaimin bisa mengembuskan napas terakhirnya tanpa ada satu pun orang yang mengetahuinya hingga berhari-hari?

Berawal dari Kecurigaan dan Pintu yang Terkunci
​Peristiwa ini terkuak sekitar pukul 17.40 WITA saat seorang kerabat korban, Mohammad Arif (25), mendatangi kediaman Muhaimin untuk memeriksa keadaannya. Kecurigaan menyeruak lantaran korban sudah lama tidak memberi kabar.

​Setibanya di lokasi, kondisi rumah dalam keadaan tertutup rapat dan terkunci dari dalam. Merasa ada yang tidak beres, Arif meminta bantuan Ketua RT setempat untuk mendobrak pintu depan. Begitu pintu berhasil dibuka paksa, bau menyengat yang sangat busuk langsung menyeruak dari dalam rumah.

​Di ruang tamu, korban ditemukan terbaring terlentang kaku. Kondisi tubuhnya sudah membengkak hebat dan mengalami pembusukan lanjut. Pihak RT bersama saksi lantas melaporkan temuan tersebut ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Pandang dan Polsek Panakkukang.

Menakar Penyebab Kematian: Mengapa Muhaimin Meninggal?
​Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih diselimuti misteri. Kendati demikian, serangkaian fakta yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) memberikan petunjuk awal bagi kepolisian dan tim medis:

​Diperkirakan Meninggal 4 hingga 5 Hari: Berdasarkan analisis awal Tim Dokpol Polda Sulsel, korban diperkirakan telah tak bernyawa sejak 4 sampai 5 hari sebelum ditemukan. Rentang waktu yang cukup lama ini menjelaskan mengapa kondisi jasad sudah mengalami pembusukan tingkat lanjut (advanced decomposition).

​Tidak Ada Tanda Kekerasan Kasat Mata: Guna merespons spekulasi dugaan tindak pidana pembunuhan, hasil pemeriksaan luar awal oleh tim medis dan Inafis Polrestabes Makassar menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan fisik secara kasatmata pada tubuh korban.

​Barang Berharga Utuh, Dugaan Perampokan Minim: Spekulasi terkait perampokan atau pencurian dengan kekerasan (curas) cenderung melemah. Di sekitar jasad korban, polisi menemukan sejumlah barang berharga yang masih utuh, di antaranya tiga unit ponsel beserta pengisi daya, BPKB mobil Toyota, serta sejumlah uang tunai.

​Faktor Medis/Sakit dan Terisolasi: Mengingat pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, tidak adanya bekas pengrusakan dari luar sebelum didobrak, serta barang-barang berharga yang utuh, muncul dugaan kuat bahwa korban meninggal dunia akibat serangan penyakit mendadak (sudden death). Mengingat korban tinggal sendiri dan tidak bekerja, tidak ada orang yang sempat memberikan pertolongan medis darurat saat kondisi kesehatannya memburuk.

Penyelidikan Lanjut di RS Bhayangkara
​Sekitar pukul 20.20 WITA, personel Resmob Polsek Panakkukang di bawah pimpinan IPDA Muh. Ikbal S.Sos., M.H., bersama tim SPKT IPDA Fardi Arzad mengamankan TKP. Tim Inafis yang dipimpin IPDA Samsuadi, S.H., M.H., bersama Dokpol Polda Sulsel selesai melakukan olah TKP menyeluruh pada pukul 22.00 WITA.

​Jasad Muhaimin telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses visum et repertum dan autopsi guna memastikan secara medis riwayat penyakit atau penyebab pasti kematiannya.

​Kepolisian Polsek Panakkukang menegaskan proses penyelidikan masih berjalan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan menunggu hasil resmi dari tim forensik. Selama proses evakuasi dan olah TKP berlangsung, situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan tetap aman dan kondusif.(baba)