Diduga Akibat Korsleting Listrik, Empat Rumah Semipermanen di Kampung Selayar Makassar Hangus Terbakar

kebakaran dikawasan Swadaya Mas subuh tadi

NETSULSEL | Makassar,  Dini hari yang tenang di permukiman padat penduduk Kampung Selayar mendadak berubah mencekam. Kebakaran hebat melalap habis empat petak rumah warga di Jalan Abdullah Dg Sirua (Abdesir), Lorong 2, RT 01/RW 03, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Makassar, Senin (21/9/2026). Dugaan sementara mengarah pada korsleting arus pendek listrik sebagai pemicu utama cepatnya api membesar di area pemukiman padat tersebut.

​Peristiwa yang melalap bangunan semipermanen berukuran 21×16 meter ini bermula saat sebagian besar warga sedang tertidur lelap. Material bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu dan struktur bangunan yang saling berdempetan membuat si jago merah berhembus cepat dan menghanguskan bagian atap serta seluruh isi bangunan milik empat warga, yakni Dg Rudding, Dg Koro, Dg Tamali, dan Pak Arman.

​Laporan insiden diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar sekitar pukul 00.34 WITA. Menanggapi situasi yang berpotensi meluas di area padat pemukiman, Damkarmat bergerak cepat mengerahkan 11 armada gabungan.

​”Dua atap terdiri dari empat petak rumah yang terdampak,” ungkap Kabid Operasi Dinas Damkarmat Makassar, Cakrawala, dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

​Petugas beserta armada tiba di lokasi kejadian pada pukul 00.55 WITA. Sebanyak 11 armada yang diterjunkan merupakan gabungan dari 4 armada Pos Pengayoman, 1 armada rescue Pos Pengayoman, 4 armada Mako Damkar, serta 2 armada Carester Manggala. Puluhan personel saling bahu-membahu melokalisasi pergerakan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

​Kepungan api berhasil dikuasai secara penuh oleh petugas pada pukul 01.15 WITA. Setelah memastikan area aman dan tidak ada potensi api susulan melalui proses pendinginan, seluruh armada dan personel resmi meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 03.15 WITA.

​Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, sebanyak 4 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Pihak kepolisian bersama instansi terkait saat ini masih terus mendalami dan melakukan investigasi lebih lanjut di lokasi guna memastikan penyebab pasti pemicu timbulnya percikan api pertama. (ist)