
NETSULSEL | Makassar,Di balik riuhnya antusiasme olahragaLewLewat padel yang kini tengah digandrungi masyarakat urban, ada denyut ekonomi dan semangat kebersamaan yang bergerak berdampingan. Turnamen Padel REI Merdeka 2026 bukan sekadar panggung kompetisi unjuk kebolehan melambaikan raket, melainkan sebuah ruang perjumpaan hangat antara industri perbankan, pelaku usaha properti, dan pecinta olahraga di Indonesia Timur.
Sinyal positif itu terpancar jelas saat jajaran panitia pelaksana beraudiensi dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk Wilayah Indonesia Timur di Makassar. Sektor perbankan nasional ini menyambut terbuka ruang kolaborasi yang tak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menghidupkan kembali jejaring bisnis secara lebih humanis dan akrab.
”Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi gelaran Padel REI Merdeka 2026 ini. CIMB Niaga siap berkontribusi aktif dan berpartisipasi penuh untuk menyemarakkan event yang memadukan semangat kompetisi dan jejaring bisnis ini,” ujar Branch Manager KC Ahmad Yani PT Bank CIMB Niaga, Emasastra Plani. Bagi wanita yang akrab disapa Emma ini, lapangan olahraga kerap menjadi tempat paling cair untuk membangun kepercayaan dan kemitraan.
Menjelang sepuluh hari pelaksanaan, energi positif dari turnamen yang diinisiasi DPD REI Sulawesi Selatan ini kian terasa. Dino Djabir Pattiwiri, Wakil Ketua Panitia, mengungkapkan rasa harunya melihat antusiasme masyarakat dan para pemangku kepentingan yang terus membludak.
”Kami menargetkan event ini bakal diikuti sebanyak 250 pasang peserta terbaik yang berlaga di Kategori Prestasi dan Eksekutif. Melihat geliat pendaftaran hingga hari ini, kami sangat optimis angka tersebut terus tumbuh,” tutur Dino.
Dijadwalkan bergulir pada 21–23 Agustus 2026 di Makassar, ajang ini menyiapkan total hadiah Rp150 juta, jersey eksklusif, medali, serta piagam penghargaan. Namun di atas raihan materi tersebut, jalinan silaturahmi antar-pemangku kepentingan industri keuangan dan properti—seperti Sekretaris Umum DPD REI Sulsel Khoiruman bersama jajaran panitia H. Arifin, Irwan Tuimen, H. Jufri, dan Hari Makmun Yudha—menjadi hadiah terbesar yang sesungguhnya.
Sinergi ini membuktikan bahwa di balik angka pembiayaan rumah dan geliat ekonomi Wilayah Indonesia Timur, ada interaksi manusiawi yang hangat. Dari setiap peluh yang menetes di lapangan padel, tumbuh optimisme baru untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat sektor perumahan yang berkeadilan.(ita)











