Hanya 30 Menit! Ditinggal Pemilik Tanam Padi ke Sawah, Bengkel Motor di Gowa Ludes Tak Bersisa Jadi Abu

Petani pergi kesawah, pulang-pulang rumahnya sudah rata dengan tanah karena terbakar.

NETSULSEL | Gowa, Sebuah musibah tragis dan mengejutkan warga Jalan Pangkabinanga, Kelurahan Tete Batu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (19/8/2026) sore tadi. Tanpa ada tanda-tanda awal, sebuah rumah semi permanen yang merangkap sebagai bengkel sepeda motor mendadak musnah dilalap si jago merah hanya dalam hitungan menit saat ditinggal pemiliknya bekerja.

​Kejadian yang berlangsung amat cepat ini berawal ketika sang pemilik, Dion, melangkah keluar rumah menuju sawah untuk bersiap menanam bibit padi. Siapa sangka, keputusan meninggalkan bengkel dalam keadaan terkunci itu menjadi momen terakhir ia melihat seluruh tempat tinggal sekaligus mata pencariannya utuh.

Ludes Rata dengan Tanah Tanpa Sempat Diselamatkan

​Petaka terjadi begitu cepat. Bahan-bahan kimia yang sangat mudah terbakar di dalam bengkel—seperti oli, bensin, dan sparepart—membuat kobaran api langsung membubung tinggi dan mengamuk hebat.

  • Musnah dalam 30 Menit: Hanya dalam waktu kurang dari setengah jam, bangunan semi permanen tersebut rata dengan tanah tanpa ada barang yang sempat diselamatkan.
  • Warga Tak Buka Suara & Pasrah: Warga sekitar yang panik melihat amukan api dibuat tak berdaya. Ketiadaan pasokan air di sekitar lokasi kejadian membuat warga hanya bisa menyaksikan bangunan tersebut dilalap si jago merah tanpa bisa melakukan perlawanan.
  • Respon Damkar Gowa: Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa bergerak cepat menerjunkan dua unit armada ke lokasi untuk melokalisasi kobaran agar tidak menjalar ke pemukiman lain. Api baru berhasil dikuasai sepenuhnya satu jam kemudian.

Rugi Ratusan Juta Rupiah, Penyebab Masih Misteri

​Danton Damkar Kabupaten Gowa, Muhammad Nizar, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden dramatis ini lantaran rumah dan bengkel dalam kondisi kosong terkuci.

​”Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di sawah,” ungkap Dion, pemilik rumah dan bengkel, dengan nada syok menyaksikan usahanya kini tinggal puing-puing hitam.

​Kerugian materil akibat kebakaran kilat ini ditaksir mencapai lebih dari Rp100 juta. Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polsek Pallangga masih melakukan penyelidikan intensif di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap pemicu pasti munculnya titik api yang melalap habis bengkel tersebut.(syam)