Menyulap Limbah Menjadi Harapan: Perjuangan Hendra Jultrisno Rusman Meraih Gelar Doktor dan Menciptakan Inovasi Hijau

Hendra Jultrisno Rusman resmi meraih gelar Doktor (S3) Ilmu Lingkungan di Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas). Dengan predikat Sangat Memuaskan dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00, keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian akademis semata, melainkan buah dari dedikasi panjang demi menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan.

NETSULSEL | ​Makassar, Perjalanan menuntut ilmu kerap kali merupakan kisah tentang keteguhan hati dan komitmen untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama. Nilai perjuangan inilah yang membimbing Hendra Jultrisno Rusman hingga resmi meraih gelar Doktor (S3) Ilmu Lingkungan di Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas). Dengan predikat Sangat Memuaskan dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00, keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian akademis semata, melainkan buah dari dedikasi panjang demi menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan.

​Momen bersejarah dalam sidang promosi dan yudisium yang dipimpin Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc.PH., Ph.D., menjadi panggung pembuktian bagi Hendra. Di hadapan tim promotor Prof. Dr. Fahruddin, M.Si., dan Dr. Ir. Nurlina Kasim, M.Si., ia memaparkan riset mendalam tentang penanganan dampak lingkungan pertambangan. Setiap helai lembar disertasinya dirancang tidak hanya untuk memenuhi syarat gelar, tetapi sebagai jalan keluar nyata atas persoalan pencemaran yang kerap membebani kehidupan masyarakat di sekitar kawasan industri.

​Perjuangan riset Hendra membuahkan inovasi penting bernama Ekoenzim Modifikasi. Berbeda dari formula konvensional, penemuan ini memadukan mikroorganisme pilihan dengan substrat organik lokal untuk memulihkan ekosistem yang terdegradasi akibat aktivitas tambang nikel. Melalui sentuhan keilmuan dan kepedulian sosial, formula ini mampu menetralkan air asam tambang, menaikkan pH tanah, serta menekan konsentrasi logam berat berbahaya yang selama ini mengancam ruang hidup warga sekitar.

​Bagi Hendra, riset lingkungan yang berharga adalah riset yang memberikan dampak langsung dan dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Motivasi tersebut mendorongnya untuk terus menyempurnakan metode pembuatan ekoenzim agar lebih ekonomis, efisien, dan memanfaatkan bahan baku lokal yang melimpah. Inovasi ini dirancang siap pakai agar tidak hanya bermanfaat bagi korporasi besar, tetapi juga mudah diaplikasikan oleh para petani dan warga pemukiman yang lahannya terdampak.

​Proses panjang yang dilalui Hendra membuktikan bahwa kerja keras yang dilandasi niat tulus akan melahirkan karya berdampak luas. Di bawah pengujian ketat dari Prof. Dr. Ir. Nurlita Pertiwi, M.T., Prof. Dr. Ir. Baharuddin, Dipl.Ing.Agr., Prof. Dr. Ir. Eymal Bahsar Demmalino, M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Muh. Jayadi, MP., temuan ini diakui sebagai langkah maju dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian alam dari hulu ke hilir.

​Gelar doktor dan IPK sempurna yang diraih Hendra menjadi simbol dari sebuah proses pantang menyerah dalam menuntaskan tanggung jawab moral seorang ilmuwan. Dedikasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda akademisi untuk terus meneliti, berinovasi, dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian utama bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

​Merefleksikan perjalanan panjang riset dan perjuangannya hingga meraih titik ini, Hendra menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi melalui ilmu pengetahuan. “Ilmu yang kita genggam baru terasa bermakna ketika mampu menjadi solusi bagi bumi dan masyarakat. Harapan terbesar saya, inovasi ekoenzim ini bisa diproduksi secara terjangkau agar tanah bekas tambang dan lahan pertanian warga yang tercemar kembali subur, memberi penghidupan yang lebih baik untuk generasi mendatang,” ungkap Dr. Hendra Jultrisno Rusman.(qas)