NEKAT TINGKAT DEWA! Geng Motor di Makassar Serang Polisi Pakai Petasan, Ending-nya Diringkus Bareng Parang dan Busur

sketsa dengan imajinasi Ai (hanya pemanis)

NETSULSEL | Makassar, Istilah “keberanian tolol” tampaknya cocok dialamatkan kepada sekelompok remaja di Kota Makassar ini. Bukannya tancap gas saat bertemu patroli aparat, rombongan geng motor yang berniat membuat kerusuhan di kawasan Jalan Tinumbu justru nekat menembakkan petasan ke arah polisi pada Selasa dini hari.

​Hasil dari aksi sok jagoan tersebut sangat tertebak. Bukannya membuat petugas gentar, dua remaja di bawah umur justru sukses diciduk setelah terlibat aksi kejar-kejaran yang berakhir apes.

​Aksi konyol ini bermula saat Tim Opsnal Polrestabes Makassar tengah melakukan patroli rutin di Kecamatan Bontoala. Mendapat laporan dari warga terkait rombongan pemuda yang hendak melakukan penyerangan, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi.

​Namun, menyadari kedatangan polisi, kelompok geng motor ini bukannya membubarkan diri secara tertib, melainkan melepaskan tembakan petasan langsung ke arah mobil petugas.

​”Aksi kembang api” itu pun langsung dibalas petugas dengan pengejaran intensif. Pelarian gank motor ini akhirnya terhenti di Jalan Bawakaraeng setelah pergerakan mereka diadang oleh tim opsnal.

​Dari hasil penggeledahan di lokasi penangkapan, polisi dibuat menggelengkan kepala. Selain mengandalkan motor modifikasi knalpot brong yang biasa dipakai balap liar, para pelaku juga menyimpan senjata tajam berbahaya.

​Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Achmad, membenarkan penangkapan dua remaja tersebut bersama sejumlah barang bukti.

​”Kronologis awalnya sekelompok anak-anak ini dari Tinumbu kemudian dikejar oleh Tim Opsnal Polrestabes Makassar sampai di Bawakaraeng. Di sana mereka diamankan setelah diadang, lalu dilakukan penggeledahan,” terang AKP Jafar Achmad.

​Dari pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan katapel beserta anak busur panah dan parang yang disembunyikan pelaku. Kedua remaja ini juga mengaku bukan warga asli kawasan Bontoala dan sengaja membawa senjata tajam tersebut untuk menyerang warga.

​Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, remaja yang terbukti menguasai senjata tajam kini langsung diproses hukum oleh Satreskrim Polrestabes Makassar. Sementara satu remaja lainnya menjalani pemeriksaan mendalam dan pembinaan agar tidak mengulangi aksi berbahaya tersebut.(ita)