NETSULSEL | Gowa, Panggung politik Kabupaten Gowa semakin memanas! Bupati Gowa, Husniah Talenrang, akhirnya pecah kongsi dalam keheningan dan angkat bicara setelah namanya terseret dalam pusaran isu miring yang dibahas dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa.
Tak main-main, sang Bupati yang dituding terlibat skandal asusila dan perselingkuhan dengan seorang konsultan politik berinisial MB alias BK. Gerah dengan bola liar yang menggelinding ke ranah publik, Husniah langsung pasang badan dan menantang balik pihak-pihak yang menyudutkannya.
”Tunjukkan Buktinya!” Pembelaan Menohok Sang Bupati
Dengan nada tegas, Husniah membantah keras tuduhan miring yang menyerang kehormatan dirinya. Ia merasa DPRD telah melangkah terlalu jauh hingga mengobok-obok kehidupan pribadinya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan urusan pemerintahan.
”Itu tidak benar! Jika ada bukti, tunjukkan ke saya buktinya. Saya adalah orang tua tunggal bagi anak saya,” tegas Husniah Talenrang dengan nada menantang, saat sidang pansus kamis (25/06/26) kemarin..
Husniah mengaku sangat menghargai fungsi pengawasan DPRD Gowa melalui Pansus Hak Angket, namun ia mengingatkan agar wakil rakyat tersebut bekerja dengan cara yang benar dan tidak menabrak aturan.
”Jika non kebijakan yang dibahas, maka saya rasa itu sudah melanggar aturan. Tentunya saya merasa terusik karena DPRD terlalu jauh masuk ke ranah pribadi,” ujarnya meradang.
Dramatis, Suami Bupati Malah Yakin Ada Perselingkuhan?
Dua dunia seolah bertabrakan dalam Pansus ini. Di satu sisi, Bupati Gowa membantah keras. Namun di sisi lain, atmosfer sidang Pansus justru memanas setelah menghadirkan suami dari Husniah Talenrang sendiri.
Di depan para anggota dewan, sang suami justru melontarkan pernyataan mengejutkan dan mengaku yakin bahwa ada dugaan perselingkuhan yang terjadi. Kesaksian ini bak menyiram bensin ke dalam api, membuat isu “Cinta Segi Tiga” ini kian liar dan menjadi konsumsi publik.
Duduk Perkara, Dari Beasiswa Doktoral hingga Isu Asusila
Sebagai informasi, Pansus Hak Angket DPRD Gowa ini bergerak bukan tanpa alasan. Pembentukan pansus ini dipicu oleh tiga tuntutan besar dari gelombang demonstrasi masyarakat, yaitu:
Pencabutan Sepihak Bantuan Beasiswa: Muncul dugaan mengejutkan bahwa beasiswa program doktoral seorang mahasiswi dicabut secara sepihak hanya karena dipicu oleh isu cinta segitiga.
Dugaan Korupsi, Aroma tak sedap dalam proyek pengadaan seragam sekolah gratis.
Dugaan Asusila: Isu perselingkuhan antara Bupati Gowa dengan konsultan politiknya, MB alias BK.
Siap Tempur di Meja Sidang
Meski dihantam badai rumor panas, Husniah Talenrang menegaskan mentalnya tidak goyah. Ia menyatakan siap hadir, berhadapan langsung dengan tim Pansus DPRD Gowa, dan membawa bukti-bukti untuk mematahkan semua tudingan miring tersebut.
”Selaku Kepala Daerah yang diviralkan, saya siap untuk menerima klarifikasi… Tentu saya akan memberikan kesaksian,” pungkasnya.
Husniah juga mengimbau agar masyarakat Gowa tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kegaduhan ini. Ia memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal dan dirinya tetap fokus turun ke lapangan demi melayani masyarakat tanpa terbebani oleh urusan Hak Angket.(ist)











