
NETSULSEL | Makassar, Atmosfer keakraban dan energi positif membuncah di Red Corner Cafe, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Makassar, Rabu (26/8/2026) sore. Diiringi gelak tawa dan diskusi yang mengalir hangat, puluhan tokoh pemuda, ketua Ormas, OKP, hingga aktivis LSM oleh ini duduk melingkar dalam Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan bertajuk “Dari Makassar, Kita Jaga Indonesia: Bersama OKP dan Ormas Meneguhkan Persatuan”.
Suasana yang cair namun sarat makna ini melahirkan kesepakatan bersejarah: terbentuknya Forum Bersama untuk Indonesia. Wadah ini diproyeksikan menjadi simpul komunikasi, ruang kolaborasi, dan aksi nyata berkelanjutan bagi elemen sipil di Sulawesi Selatan untuk merawat kebhinekaan serta mengawal program strategis pemerintah demi kesejahteraan rakyat.
Langkah progresif para pemuda Makassar ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Tokoh Pemuda Sulawesi Selatan, Ketua Forum Wija To Bulukumba Bung Andi Baso Fadli Husain. Ia menilai bahwa inisiatif menyatukan berbagai warna dan pemikiran dalam satu meja adalah bukti kematangan demokrasi dan kecintaan mendalam generasi muda Sulsel terhadap tanah air.
”Merawat solidaritas dan kesatuan bangsa itu hal urgent, maka wajib untuk menjaga ketertiban dan kedamaian untuk kebersamaan ,” ujar Baso dengan penuh semangat di sela-sela kegiatan. “Melalui forum bersama ini, kita ingin memastikan bahwa elemen sipil di Makassar tidak hanya berdiskusi, tetapi hadir secara aktif mendukung program pemerintah serta menjadi benteng dalam menjaga keutuhan NKRI. Dari Makassar, kita tunjukkan kontribusi nyata untuk Indonesia.”
Membawa gelora “Bersatu, Berdaya, Berkontribusi” dan digelorakan melalui gerakan media sosial #MakassarUntukIndonesia, momentum ini menegaskan kembali peran historis Kota Makassar sebagai salah satu pilar utama penjaga kesatuan bangsa. Dari meja kopi sederhana di sudut kota, para pemuda Sulsel membuktikan bahwa semangat kebangsaan bisa dirawat dengan cara yang humanis, seru, dan menginspirasi seluruh pelosok negeri.(baba)
















