Diduga Dipicu ABK Sakit Hati Karena Teguran Nakhoda, ABK bakar sendiri kapalnya. 32 penumpang selamat, pelaku masih dicari

(ist) kebakaran hebat pada kapal pemancing cumi KM Jemi Indah 08 di Perairan Aru, Maluku. Dari total 33 jiwa di atas kapal, sebanyak 32 orang berhasil diselamatkan, sementara satu orang yang teridentifikasi sebagai pelaku pembakaran masih dinyatakan hilang.

NETSULSEL | Maluku. ​Aksi nekat seorang anak buah kapal (ABK) memicu kebakaran hebat pada kapal pemancing cumi KM Jemi Indah 08 di Perairan Aru, Maluku. Dari total 33 jiwa di atas kapal, sebanyak 32 orang berhasil diselamatkan, sementara satu orang yang teridentifikasi sebagai pelaku pembakaran masih dinyatakan hilang.

​Kepala Pos SAR Dobo, Gleen Tehupuring, membenarkan data manifes penumpang serta kondisi terkini para korban.

​”Sesuai data manifes terdapat 33 orang, dengan rincian 32 orang selamat dan satu korban hilang. Korban yang dalam pencarian ini merupakan terduga pelaku yang membakar kapal,” tegas Gleen saat dikonfirmasi via whats app kemarin.

​Insiden ini berawal ketika armada kapal pemancing cumi, termasuk KM Jemi Indah 08, berlayar dari Pelabuhan Bali menuju Perairan Aru. Di tengah perjalanan, nakhoda kapal bernama Hariadi Supriadi menyerahkan kemudi sementara kepada salah satu ABK karena hendak buang air kecil.

​Saat berada di toilet, nakhoda merasa laju kapal oleng dan tidak stabil akibat cara mengemudi pelaku(((( yang ugal-ugalan. Usai keluar dari toilet, nakhoda langsung meluapkan kekesalannya dan menegur ABK tersebut.

​Lantaran tak terima dimarahi, pelaku masuk ke dalam kamar tidur nakhoda lalu menyulut api pada kasur. Amukan si jago merah membumbung tinggi dan dengan cepat melahap bagian belakang kapal.

​Para awak kapal sempat berusaha memadamkan kobaran api dengan memecahkan kaca jendela ruang kemudi guna meredam laju api. Namun, lantaran api kian membesar dan tak terkendali, seluruh ABK memutuskan melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Seluruh korban selamat kemudian dievakuasi oleh kapal lain yang berada di lokasi, yakni KM Harapan Makmur 01.

​Hingga kini, tim SAR masih melanjutkan operasi penyisiran di Perairan Aru guna menemukan pelaku pembakaran yang belum diketahui keberadaannya.(duppa)