NETSULSEL | Bone, Ketegangan akibat krisis dan antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sulawesi Selatan akhirnya memuncak menjadi adu fisik. Keresahan warga yang sudah berada di ambang batas meledak dalam insiden perkelahian antar pengendara di salah satu SPBU di Labuan Bajo, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.
Suasana di area SPBU yang awalnya diwarnai kelelahan dan keletihan warga, mendadak riuh dan menegangkan. Emosi para pengendara yang sudah mengantre di bawah terik matahari tak lagi terbendung ketika dugaan aksi penyerobotan antrean terjadi.
Saling Jegal Berujung Adu Mulut dan Baku Hantam
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, insiden bermula saat ratusan kendaraan roda dua dan roda empat mengular panjang menunggu kedatangan dan pengisian BBM. Di tengah suasana yang serba terbatas dan mepetnya pasokan, tiba-tiba sebuah kendaraan disinyalir mencoba memotong jalur antrean tanpa memedulikan pengendara lain yang sudah menunggu sejak pagi.
Teguran keras dari warga yang merasa dirugikan lantas memicu adu mulut sengit. Suasana kian memanas hingga berlanjut ke aksi perkelahian yang berakhir penikaman pada salah satu pengendara yang antri.
Aksi saling pukul tersebut sempat membuat pelayanan di SPBU terhenti sejenak. Beruntung, warga sekitar bersama petugas SPBU segera melerai agar adu fisik dua pengendara ini tidak meluas.
Cermin Keresahan Warga di Daerah
Insiden perkelahian di Kecamatan Kahu ini menjadi potret nyata betapa gentingnya dampak sosial akibat krisis pasokan BBM yang merembet hingga ke daerah pelosok Kabupaten Bone. Ketidakpastian pasokan dan panjangnya durasi menunggu telah memicu gesekan sosial serta menurunkan tingkat kesabaran masyarakat di lapangan.
Warga berharap aparat penegak hukum dan pihak Pertamina segera mengambil langkah tegas, tidak hanya dalam memastikan kelancaran pasokan BBM ke SPBU di tingkat kecamatan, tetapi juga memperketat pengawasan dan penataan antrean agar potensi bentrokan serupa tidak kembali terulang..(qas)

















