Selain Mengalami Kerugian 150 Juta, Setelah rumahnya Terbakar Keluarga Ali Terpaksa Mengungsi?  

Rumah Keluarga Ali di Barebbo kini rata dengan tanah. Ali terpaksa mengungsi sementara ke rumah anaknya.

NETSULSEL | Bone. Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Muh. Ali Dg Marola (67). Pasca-musibah kebakaran hebat yang melalap habis rumah panggung kayu miliknya di Dusun Paroto, Desa Samaelo, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, pada Minggu (26/7/2026) siang kemarin, petani tua ini kini harus kehilangan tempat bernaung.

​Tanpa tersisa satu pun harta benda, Ali bersama keluarganya terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah sang anak yang terletak di Lingkungan Matekko, Kelurahan Apala. Raut lelah dan kesedihan mendalam tak mampu disembunyikan saat mengingat rumah yang menjadi saksi bisu perjuangannya menafkahi keluarga kini telah rata dengan tanah.

​Peristiwa pilu itu terjadi kemarin sekitar pukul 13.00 WITA. Saat api mulai mengamuk, kediaman Ali dalam keadaan kosong. Sejam sebelumnya, sekitar pukul 12.00 WITA, Ali meninggalkan rumah untuk menggarap sawah sebelum berencana melanjutkan perjalanan ke rumah anaknya.

​Nahas, kobaran api mendadak muncul dari bagian atas rumah panggung berbahan kayu tersebut. Jamal Bin Tassa (50), warga setempat yang menjadi saksi mata, melihat api sudah membubung tinggi dan langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar sambil berusaha menghubungi Ali.

​”Waktu warga lihat, api sudah terlanjur membesar dari atas,” kenang warga di lokasi.

​Aksi gotong royong warga memadamkan api secara manual sempat berlangsung menegangkan sebelum tiga unit armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Bone tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WITA. Bersama masyarakat dan sang anak, Tasya, yang panik mendatangi lokasi, petugas berjibaku menaklukkan si jago merah. Api baru benar-benar padam total dua jam kemudian, sekitar pukul 15.30 WITA.

​Meski dipastikan tidak ada korban jiwa, dampak kerugian materiil bagi keluarga petani ini sangat memukul. Total kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.

​Selain bangunan rumah panggung yang ludes tak berbekas, seluruh aset usaha dan hasil jerih payahnya ikut hangus terbakar. Di antaranya uang tunai Rp3.000.000, satu unit sepeda motor Suzuki Satria, tiga buah BPKB, mesin senso kecil, genset, dua unit kulkas, televisi, hingga perlengkapan dapur dan perabot rumah tangga.

​Hingga hari ini, jajaran Babinsa setempat bersama Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa Samaelo terus mendampingi keluarga korban di tempat pengungsian sementara serta membantu penanganan pasca-bencana.

​Musibah ini menjadi duka bersama sekaligus peringatan keras bagi warga desa. Babinsa mengimbau masyarakat untuk makin waspada dan rutin memeriksa kelayakan instalasi listrik rumah tangga yang diduga kuat menjadi pemicu utama musibah ini agar kejadian serupa tidak kembali menimpa warga lainnya.(tmz)