
NETSULSEL | Makassar, Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan catatan bersejarah yang menginspirasi dunia akademik. Melalui Program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Unhas siap menganugerahkan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa kepada Perdana Menteri Timor-Leste, H.E. Kay Rala Xanana Gusmão, pada Sabtu (5/9) di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea.
Langkah ini menegaskan komitmen Unhas dalam mengapresiasi tokoh dunia yang berhasil mentransformasi kepemimpinan menjadi dampak nyata bagi masyarakat. Perjalanan hidup Xanana Gusmão dinilai menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana ketangguhan, visi perdamaian, dan tata kelola pemerintahan mampu membawa suatu bangsa keluar dari masa konflik menuju era pembangunan yang stabil.
Dekan FISIP Unhas sekaligus Promotor, Prof. Dr. Phil. Sukri, M.Si., mengungkapkan bahwa penganugerahan ini memiliki nilai kekhususan. Bukan sekadar penghargaan biasa, Unhas menilainya secara mendalam dari kerangka akademik studi Administrasi Publik, khususnya pada dimensi kepemimpinan (leadership).
”Kami melihat bagaimana keberhasilan beliau membawa masyarakat dan negaranya menuju kondisi yang jauh lebih baik setelah melewati berbagai tantangan kompleks. Dari pejuang kemerdekaan, Presiden pertama pada 2002, hingga kini kembali dipercaya sebagai Perdana Menteri, perjalanan beliau memberikan konteks akademik yang sangat kuat tentang pentingnya kepemimpinan dalam merajut perdamaian dan mengelola pemerintahan,” puji Prof. Sukri.
Selain berhasil menjaga stabilitas dalam negeri, Xanana juga dinilai meletakkan fondasi kepemimpinan yang merangkul melalui diplomasi damai dan hubungan harmonis dengan negara-negara di kawasan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas, Prof. Ir. Suharman Hamzah, Ph.D., menegaskan bahwa penganugerahan kehormatan ini diberikan secara sangat selektif bagi tokoh nasional maupun internasional yang menjembatani pengalaman praktis dengan pengembangan ilmu pengetahuan.
Dengan penganugerahan ini, Xanana Gusmão resmi menyamai jejak para tokoh besar dunia yang pernah menerima gelar kehormatan dari Unhas, seperti Presiden pertama RI Ir. Soekarno (1963) dan tokoh perdamaian dunia Nelson Mandela (2005). Langkah Unhas ini diharapkan dapat menyulut semangat generasi muda dan civitas akademika untuk terus mempelajari nilai-nilai kepemimpinan global yang berdampak bagi kemanusiaan. (qas)
















