KKN Tanggap Bencana Unhas Salurkan Bantuan untuk 40 KK Terdampak di Manggarai Timur

Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Tanggap Bencana (KKN-TB) Universitas Hasanuddin (Unhas) menyalurkan bantuan untuk 40 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di Manggarai Timur. Bantuan ini disalurkan kepada korban yang berada di RT 012 Gongger Bawah, Desa Satapunda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara.

NETSULSEL | Manggarai Timur, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Tanggap Bencana (KKN-TB) Universitas Hasanuddin (Unhas) menyalurkan bantuan untuk 40 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di Manggarai Timur. Bantuan ini disalurkan kepada korban yang berada di RT 012 Gongger Bawah, Desa Satapunda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Bantuan yang disalurkan berupa 47 lembar tikar serta logistik pangan, antara lain beras, telur, kornet, bakso, dan mi instan. Penyaluran dilakukan langsung kepada warga terdampak sebagai bagian dari respons Unhas terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah yang masih berada dalam kondisi pascabencana.

Anggota Tim KKN-TB Unhas, Muhammad Aflahal Mukmin, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unhas angkatan 2023, mengatakan penyaluran bantuan sekaligus menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat langsung kondisi warga dan kebutuhan yang masih diperlukan di lapangan.

“Kami menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak. Selain itu, kami juga melihat kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kebutuhan masyarakat yang masih mendesak,” ujar Aflahal.

Bantuan ini disalurkan pada Kamis, 20 Agustus 2026. Sore harinya, situasi berubah ketika terjadi gempa susulan dengan kekuatan sekitar 4-5 magnitudo. Satu rumah warga kembali runtuh, yang menyebabkan dua warga alami luka ringan.

Aflahal mengatakan, kejadian tersebut membuat tim kembali memperhatikan kondisi warga di sekitar lokasi dan memantau dampak yang ditimbulkan. Dia dan tim KKN TB di lokasi bencana menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain memberikan bantuan kepada warga terdampak, mereka juga harus mewaspadai keselamatan diri.

“Setelah gempa susulan terjadi, kami menyadari kondisi di lapangan masih sangat dinamis. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh tim,” kata Aflahal.

Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam pemantauan Tim KKN-TB Unhas. Informasi mengenai kerusakan baru, kondisi warga, serta kebutuhan di lapangan menjadi bahan bagi tim untuk menyesuaikan bentuk dukungan selama berada di wilayah terdampak.

Kehadiran Tim KKN-TB Unhas di Manggarai Timur diarahkan pada respons berbasis kebutuhan masyarakat. Selain distribusi logistik, mahasiswa melakukan pemantauan kondisi lapangan dan membangun koordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung penanganan warga terdampak.

Tim selanjutnya melanjutkan pemantauan dan koordinasi di wilayah terdampak sebagai bagian dari kontribusi Unhas dalam mendukung respons serta proses pemulihan masyarakat pascabencana di Nusa Tenggara Timur.(qas)