
NETSULSEL | Bulukumba, Tim dosen dan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat bersama CV Kawali Coffee Farm pada Sabtu (20/6/2026) di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah mutu dan nilai ekonomi kopi Robusta asalan yang kerap terkendala oleh rendahnya kualitas bahan baku serta pemanenan buah kopi yang belum matang. Program pengabdian ini didukung penuh melalui hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Inovasi utama yang diperkenalkan dalam program ini adalah teknik germinasi (perkecambahan biji) serta fermentasi terkontrol menggunakan Bakteri Asam Laktat (BAL). Penelitian yang dilakukan Dr. Februadi Bastian menunjukkan bahwa perkecambahan mampu mengaktifkan enzim untuk membentuk senyawa cita rasa sekaligus mereduksi flavor defect. Sementara itu, teknologi fermentasi BAL berfungsi memperkuat karakter flavor unik dan memicu penurunan kadar kafein pada biji kopi.
Melalui penerapan sains dan teknologi pascapanen ini, tim pengabdian Unhas berupaya mendampingi mitra agar mampu menciptakan produk kopi unggulan yang bernilai tambah tinggi. Pengolahan ilmiah ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mendongkrak kelas kopi Robusta lokal agar memiliki daya saing yang lebih kuat di pasaran.
“Dengan memperkenalkan metode fermentasi, kami ingin Kawali Coffee Farm memiliki produk signature sebagai produk khasnya sehingga dapat meningkatkan daya saing dan memperkuat positioning merek. Selain itu, kami ingin meningkatkan mutu flavor green bean kopi asalan sehingga dapat menambah nilai ekonomi dan penerimaan kopi Robusta asalan dari Kindang,” ujar Dr. Februadi Bastian.
Respons positif juga disampaikan oleh pihak mitra yang merasakan langsung manfaat dari transfer pengetahuan ilmiah ini bagi keberlanjutan usahanya. Kolaborasi ini dinilai membuka jalan baru bagi para pelaku usaha kopi lokal di Bulukumba dalam menghasilkan pasokan biji kopi berkualitas tinggi.
“Berkat materi teknik germinasi dan fermentasi yang diberikan, kami telah memiliki gambaran dan rencana untuk menghasilkan kopi unggulan yang berkualitas dan juga mendapat jalan keluar untuk memperbaiki mutu kopi Robusta asalan,” ucap Ketua Kawali Coffee Farm, Andi Abdillah Suardi.
Selain memperkuat nilai ekonomi komoditas lokal, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Sinergi akademisi dan industri lokal ini membuktikan peran nyata perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem kopi Kindang serta meningkatkan kesejahteraan petani.(qas)















