Gubernur Lemhannas RI di Unhas: Mendorong Generasi Muda Menjadi Penggerak Perubahan Murni dari Indonesia Timur

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si., membakar optimisme 2.462 mahasiswa baru Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas). Di hadapan para calon pemimpin bangsa ini, ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar gelar, melainkan instrumen vital dalam membentuk karakter kebangsaan dan melahirkan SDM unggul yang siap menahkodai masa depan Indonesia di tengah derasnya arus perubahan global.

NETSULSEL | Makassar, Semangat membara memenuhi Baruga A.P. Pettarani saat Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si., membakar optimisme 2.462 mahasiswa baru Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas). Di hadapan para calon pemimpin bangsa ini, ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar gelar, melainkan instrumen vital dalam membentuk karakter kebangsaan dan melahirkan SDM unggul yang siap menahkodai masa depan Indonesia di tengah derasnya arus perubahan global.

​Menyoroti sejarah panjangUnpad dan Unhas sebagai benteng intelektual, Dr. Ace Hasan menegaskan bahwa nilai-nilai keberanian Sultan Hasanuddin harus hidup dalam jiwa setiap mahasiswa. Menurutnya, pendidikan yang berakar pada nilai sejarah dan budaya akan melahirkan intelektual yang tak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dan berintegritas. “Hanya melalui pendidikan, kita dapat tumbuh sebagai bangsa yang kokoh. Pendidikan membangun kemampuan intelektual, karakter, dan kesadaran kebangsaan untuk memahami perubahan serta menghadapi tantangan global,” ungkap Dr. Ace Hasan dalam keterangannya di sela kegiatan.

​Lebih dari sekadar pusat pendidikan, Unhas dan kawasan Indonesia Timur dipandang sebagai pilar strategis yang menyimpan potensi raksasa bagi kejayaan Nusantara. Dr. Ace Hasan mengajak mahasiswa pascasarjana untuk melepas cara pandang pinggiran dan mulai memimpin dari timur. “Indonesia Timur memiliki banyak potensi untuk mendukung kemajuan bangsa. Mahasiswa di kawasan ini harus melihat dirinya sebagai bagian penting dari masa depan pembangunan nasional, berpikir transformatif, adaptif, visioner, serta mengembangkan potensi daerah demi memperkuat ketahanan nasional,” tegasnya optimis.

​Di tengah kompleksitas geopolitik dan era disrupsi teknologi, tantangan masa depan membutuhkan pemuda yang berani mengambil peran dan berpikir kritis. Gubernur Lemhannas mengapresiasi Unhas yang konsisten membangun kesadaran kebangsaan sejak dini. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan bangsa berada di tangan generasi yang tidak hanya mahir membaca dinamika zaman, tetapi juga memegang teguh identitas serta kecintaan mendalam pada Tanah Air.

​Mengakhiri orasinya, Dr. Ace Hasan menyampaikan pesan mendalam yang memacu semangat para intelektual muda untuk terus berkarya demi masyarakat luas. “Jadilah generasi yang terus membawa perubahan, pembelajar sepanjang hayat, berpikir kritis, memiliki integritas, dan mencintai tanah air. Apa yang dipelajari di perguruan tinggi harus mampu menjadi bekal memberikan kontribusi dan menghadirkan perubahan nyata bagi bangsa,” pungkasnya penuh inspirasi.(qas)