Erupsi Krakatau di Makassar: 21 Penerbangan Cengkareng-Makassar Batal, Puluhan Jamaah Umrah Tertahan

Erupsi masif Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang memicu penutupan sejumlah ruang udara di Indonesia mulai berdampak berantai hingga ke Pulau Sulawesi. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan, merasakan dampak signifikan setelah sebanyak 21 penerbangan rute Cengkareng–Makassar (PP) resmi dibatalkan pada hari ini.

NETSULSEL | Makassar, Erupsi masif Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang memicu penutupan sejumlah ruang udara di Indonesia mulai berdampak berantai hingga ke Pulau Sulawesi. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan, merasakan dampak signifikan setelah sebanyak 21 penerbangan rute Cengkareng–Makassar (PP) resmi dibatalkan pada hari ini.

​Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta (CGK) di Cengkareng akibat sebaran abu vulkanik membuat rute sibuk yang menghubungkan Jawa dan Sulawesi ini lumpuh total. Pembatalan puluhan penerbangan tersebut memicu penumpukan calon penumpang serta perubahan jadwal besar-besaran di terminal keberangkatan maupun kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin.

Rincian Dampak Penerbangan

12 penerbangan dibatalkan (cancellation).

9 penerbangan mengalami penundaan jadwal (delay

​Dampak paling krusial dari lumpuhnya rute vital ini dirasakan oleh puluhan jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci hari ini. Rute penerbangan transit menuju Jakarta yang melintasi area terdampak sebaran abu terpaksa dibatalkan demi keselamatan penerbangan, membuat puluhan calon jamaah terpaksa tertahan di ruang tunggu bandara.

​Pihak maskapai bersama pengelola bandara bergerak cepat memberikan pendampingan kepada para jamaah umrah yang terdampak. Seluruh calon jamaah mendapatkan fasilitas akomodasi sementara serta kepastian penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan begitu ruang udara dan Bandara Soekarno-Hatta dinyatakan aman untuk dilalui.

​Selain penerbangan umrah dan pembatalan 21 rute Cengkareng–Makassar, sejumlah rute domestik lain menuju Lampung dan wilayah sekitarnya juga mengalami imbas serupa. Antrean penumpang yang ingin melakukan perubahan tiket atau pengembalian dana (refund) tampak memadati loket pelayanan maskapai di area terminal keberangkatan.

​Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mengimbau seluruh calon penumpang untuk terus memantau status penerbangan secara berkala melalui aplikasi resmi maskapai atau menghubungi pusat informasi bandara. Langkah antisipasi ini diambil mengingat dinamika sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih sangat bergantung pada pergerakan arah dan kecepatan angin. (hend)