
NETSULSEL | Makassar, Siapa sangka, urusan buang sampah yang biasanya bikin pusing malah membawa kabar mengejutkan bagi warga Panakkukang! Tanpa banyak yang menyadari, ribuan rumah tangga di wilayah ini mendadak terbebas dari beban iuran sampah bulanan.
Program pembebasan retribusi sampah yang digagas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), ternyata sudah berjalan senyap namun masif. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 5.123 Kepala Keluarga (KK) sudah menikmati fasilitas cuma-cuma ini secara langsung di tempat tinggal mereka.
Kejutan tak berhenti sampai di situ. Pemerintah Kecamatan Panakkukang kini tengah menyiapkan lonjakan angka penerima manfaat yang jauh lebih fantastis. Tidak tanggung-tanggung, sasaran program ini bakal dikerek hingga menembus angka 12.361 KK!
Penambahan angka yang terbilang signifikan ini menyasar rumah tangga yang memiliki daya listrik hingga 1.300 VA. Camat Panakkukang, Syahril, mengonfirmasi bahwa saat ini tim di lapangan sedang bergerak cepat memvalidasi sekitar 7.238 KK calon penerima baru agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Guna memastikan kejutan manis ini tidak salah alamat, verifikasi ketat terus dipacu. Petugas menyisir ulang data lapangan berdasarkan golongan daya listrik dan histori pembayaran retribusi, memastikan kelompok komersial tetap membayar dan warga yang berhak tidak ada yang terlewat.
Jika dihitung-hitung, nilai kompensasi dari pembebasan iuran ini terbilang fantastis. Dengan patokan retribusi Rp20.000 per bulan untuk sekitar 12 ribu rumah, Pemkot Makassar pada dasarnya menyuntikkan subsidi kebersihan senilai Rp240 juta setiap bulannya khusus untuk Kecamatan Panakkukang.
Bila diakumulasikan selama satu tahun penuh, Pemkot Makassar menggelontorkan dana segar yang dialihkan menjadi pembebasan beban warga hingga mencapai Rp2,8 miliar! Sebuah angka bernilai fantastis yang kini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah.
Kebijakan ini menjadi bukti nyata komitmen Wali Kota Munafri Arifuddin dalam merespons kebutuhan mendasar warga. Di tengah riuk-pikuk penataan kota, skema pembebasan biaya ini hadir sebagai angin segar yang langsung meringankan pengeluaran dapur rumah tangga.
Kini, bola berada di tangan masyarakat. Seiring dengan fasilitas iuran gratis yang dikucurkan pemerintah, warga Panakkukang diharapkan semakin terpacu untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mulai aktif memilah sampah dari rumah masing-masing.(ita)
















