
NETSULSEL | Makassar, Setiap gelar akademis yang tersemat di balik toga bukan sekadar angka atau deretan lembar ijazah. Di baliknya, ada tetesan keringat, doa malam para orang tua, serta perjuangan pantang menyerah dari para mahasiswa. Komitmen luhur tersebut kembali terukir indah dalam prosesi Wisuda Universitas Hasanuddin (Unhas) Periode September Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung khidmat pada 7–8 September 2026 di Makassar.
Sebanyak 2.097 lulusan resmi dilantik dalam dua sesi yang penuh keharuan. Sesi pertama melepas 1.052 wisudawan, disusul 1.045 wisudawan pada sesi kedua. Menariknya, mayoritas lulusan kali ini didominasi oleh para perempuan tangguh sebanyak 1.322 orang (63,07%), berdampingan dengan 775 lulusan laki-laki (36,93%). Dari jenjang Sarjana, Magister, Doktor, hingga Spesialis dan Profesi, setiap dari mereka membawa cerita perjuangan yang humanis dan menginspirasi.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan, Prof. Subehan, S.Si., M.Pharm., Sc., Ph.D., Apt., menegaskan bahwa peningkatan efisiensi pendidikan di Unhas selalu berjalan selaras dengan pembentukan karakter mahasiswa. Peningkatan Angka Efisiensi Edukasi (AEE) hingga 48,50% pada Triwulan III menjadi bukti nyata bahwa Unhas terus merawat iklim belajar yang inklusif dan humanis.
Tak hanya mengasah intelektualitas di dalam kelas, para mahasiswa juga membuktikan nilainya lewat karya nyata. Terbukti, sebanyak 415 mahasiswa telah berhasil mempersembahkan 213 medali dari berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan Career Center, Unhas tidak sekadar mencetak sarjana siap kerja, melainkan membentuk manusia-manusia tangguh yang siap memberikan dampak positif dan rasa empati bagi masyarakat luas.
Momen wisuda ini menjadi penanda bahwa perjuangan akademis telah usai, namun pengabdian kemanusiaan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Selamat melangkah dan menebar manfaat, para wisudawan Unhas! (baba)
















