NETSULSEL | Makassar, Gelombang optimisme menyelimuti industri properti Sulawesi Selatan jelang perhelatan Musyawarah Daerah (MUSDA) XV DPD Realestat Indonesia (REI) Sulsel. Resmi dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026 di Hotel Claro Makassar, forum tertinggi pengembang properti ini tidak sekadar menjadi ajang pergantian nakhoda, tetapi juga momentum merajut kembali arah pergerakan ekonomi daerah melalui hunian yang terjangkau dan berkualitas.
Langkah menuju masa depan kepemimpinan tersebut diumumkan secara terbuka oleh Panitia Pengarah (Steering Committee) yang dipimpin oleh Dr. Drs. H. Aldin, S.H., M.H., bersama tim pengarah lainnya. Panitia menekankan bahwa seluruh tahapan diselenggarakan secara inklusif, adil, dan transparan demi melahirkan sosok pemimpin yang responsif terhadap tantangan zaman.

”MUSDA XV ini bukan sekadar agenda rutin pergantian nakhoda organisasi, melainkan ruang demokrasi bersama untuk menentukan arah dan masa depan industri properti di Sulawesi Selatan. Kami di Steering Committee berkomitmen menjaga seluruh proses ini berjalan jujur, transparan, dan akuntabel. Tidak ada yang ditutup-tutupi, semua tahapan terbuka bagi seluruh anggota. Kami ingin melahirkan pemimpin yang tidak hanya tangguh secara finansial dan manajerial, tetapi juga memiliki visi besar untuk memajukan daerah serta merangkul seluruh pengembang di Sulsel.” kata Aldin
Adu Gagasan Pemimpin Masa Depan
Dinamika kontestasi jelang pendaftaran resmi pun kian menghangat. Bursa calon Ketua DPD REI Sulsel periode 2026–2029 mulai mengerucut pada hadirnya dua figur berintegritas dan bervisi besar:
H. Badris Salam: Pengusaha senior properti di bawah bendera Bumi Pundi Karsa Holding Company. Rekam jejaknya yang matang dalam penyediaan perumahan rakyat menjadikannya sosok yang dipandang mampu membawa stabilitas dan penguatan bagi para pengembang daerah.
Rezza Pratama Said: Figur pengusaha muda potensial dari PT Patiarase Propertindo yang mengusung gagasan “REI Sulsel Rumah Kita”. Ia memosisikan diri sebagai penantang yang membawa semangat pembaharuan serta kolaborasi lintas generasi.
Persaingan sehat antara tokoh senior berpengalaman dan pengusaha muda yang adaptif ini diyakini akan menjadi pendorong lahirnya ide-ide segar bagi iklim investasi properti di Sulawesi Selatan.
Komitmen dan Tahapan Seleksi
Untuk memastikan keseriusan para kandidat dalam memikul tanggung jawab besar organisasi, panitia menyusun tahapan seleksi secara bertahap dan terukur:
Pengambilan Formulir (18–25 September 2026): Pembukaan berkas pencalonan dengan kontribusi pendaftaran sebesar Rp50.000.000.
Pengembalian Formulir & Konfirmasi Kehadiran (26–29 September 2026): Kandidat diwajibkan hadir secara langsung di Sekretariat DPD REI Sulsel untuk menyerahkan berkas dan memenuhi kontribusi sebesar Rp300.000.000. Ketentuan tatap muka langsung ini ditegaskan sebagai wujud komitmen moril dan integritas calon pemimpin.
Registrasi & Pembaruan Anggota (Hingga 30 September 2026): Batas waktu pembaruan KTA demi memastikan hak pilih seluruh anggota tersalurkan secara sah.
Merayakan Kebersamaan Industri Properti
Guna mencairkan suasana kompetisi dan mempererat tali silaturahmi antaranggota, rangkaian MUSDA XV juga dibalut dengan beragam kegiatan kebersamaan:
Turnamen Padel REI (4 Oktober 2026): Wadah penguat keakraban dan nilai sportivitas antar-developer.
Welcome Dinner (6 Oktober 2026): Malam kehangatan di Hotel Claro Makassar yang mempertemukan seluruh elemen pengembang, stakeholder, dan pimpinan daerah.
Puncak MUSDA XV (7 Oktober 2026): Hari penentuan arah kepemimpinan baru REI Sulsel.
Melalui sinergi dan Keterbukaan yang dijaga ketat oleh panitia, MUSDA XV REI Sulsel diharapkan menjadi rujukan proses demokrasi organisasi yang sehat—sebuah fondasi kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mewujudkan impian jutaan masyarakat Sulawesi Selatan memiliki hunian idaman. (ita)

















