
NETSULSEL | Makassar, Ratusan pelajar diberbagai sekolah dikota Makassar dipastikan sejak hari ini Jumat (05/) tak menerima menu MBG seperti yang biasa mereka terima setiap hari, walau itu hari libur. Seperti sekolah diberbagai tingkatan, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Umum dikawasan Kelurahan Parang Tambung dan Kelurahan Tamalate Kecamatan Tamalate Kota Makassar, siswa yang hadir dikelas tak menerima bantuan makanan gratis per hari ini.
Tak terdistrisbusinya menu MBG hari ini, sudah disampaikan pengelola SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sejak tadi malam melalui pesan whatsapp digroup-group sekolah dan group wa orang tua. Pengelola SPPG menyampaikan permohonan maaf karena proses pendistribusian MBG dihentikan sementara waktu, karena adanya kendala teknis dengan batas waktu yang tidak ditentukan, kecuali jika kendala teknis tersebut telah tuntas dibenahi.
Hanya ada keganjilan drai pesan tersebut, Tak hanya pesan masalah pengentian menu MBG, dapur yang melayani sekolah dikawasan parang tambung dan tamalate ini, juga menyertakan pesan dibawahnya dengan karakter huruf tebal,menghimbau sekolah yang menerima menu MBG agar melengkap data-data dokumennya.
“Khusus untuk sekolah yang kami minta melengkapi data-data PM, mohon untuk segera melengkapi untuk memudahkan pengurusan berkas” tulis pesan dari SPPG tersebut. Tanpa menyampaikan alasan penghentian pembagian MBG yang lebih jelas selain alasan kendala teknis.
Salah satu SPPG dikawasan jalan Rusa yang melayani satuan pendidikan diwilayah kecamatan Mamajang mengaku tak mengoperasikan hari ini aktivitas dapurnya. Salah seorang pegawai SPPG ini mengungkap menerima perintah dari atasannya untuk menghentikan sementara pembagian MBG per hari ini karena menunggu anggaran belanja untuk menu makanan cair dari pimpinan “hari ini tak kerja pak, ditunggu anggaran dulu turun.” ungkap pegawai ini yang enggan menyebut namanya.
Dikelurahan Parang Tambung tercatat ada 9 sekolah, 3 sekolah dasar, 4 sekolah SMP dan SMA/SMK, sementara dikelurahan Tamalate trcatatat ada 20 sekolah diantaranya 20 sekolah SMP, 11 sekolah SMA/SMK serta 45 sekolah SD.
Penggiat Anti Korupsi Djusman AR melihat terhentinya pembagian menu MBG hari ini secara tiba-tiba, erat kaitannya dengan proses hukum yang menjerat BGN Pusat yang menentapkan Kepala BGN Dadan Hidayat dan kedua Wakil Kepala BGN Sonny Sanjaya dan Loedwyk Pusung. Menurut Djusman, penghentian ini benar hanya teknis, tapi sesungguhnya yayasan mitra dapur MBG saat ini sedang memperbaiki dokumen dan pertanggung jawaban administrasi pengelolaan dapurnya karena khawatir skandal korupsi yang terjaid di BGN Pusat bisa merembes pengungkapan skadal dapu yang ada didaerah.
“Aparat hukum, perlu memperluas penyelidikan secara menyeluruh agar dugaan penyimpangan yang dilakukan SPPG dapat terungkap secara transparan. Dan jangahanya fokus di tingkat nasional, tetapi juga menjangkau daerah, dalam hal ini termasuk wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Periksa semua SPPG siapapun pemiliknya,” ujar Djusman AR.
Diketahui, Djusman AR merupakan Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) Non Governmental Organization (NGO) Sulawesi sekaligus Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar.(ita)















