12 Hari Mengubah Perspektif: Cerita Inspiratif Mahasiswa PNUP dan Singapore Polytechnic di LeX 2026

Selama 12 hari penuh dinamika, sebanyak 44 mahasiswa dari Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan Singapore Polytechnic (SP) membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara mampu melahirkan ide-ide segar bagi penyelesaian masalah nyata di dunia industri.

NETSULSEL | Makassar, Batas wilayah dan latar belakang budaya tak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk berinovasi. Selama 12 hari penuh dinamika, sebanyak 44 mahasiswa dari Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan Singapore Polytechnic (SP) membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara mampu melahirkan ide-ide segar bagi penyelesaian masalah nyata di dunia industri.

​Rangkaian program Learning Express (LeX) 2026 tersebut resmi ditutup pada Rabu (30/9/2026). Mengusung metode Design Thinking, para peserta yang terbagi dalam tim gabungan tak sekadar belajar di dalam kelas. Mereka turun langsung mengamati lapangan, merajut gagasan, bertukar ide, hingga memformulasi solusi konkret yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

​Kehadiran PT Semen Tonasa sebagai mitra industri dalam LeX 2026 turut memperkaya perspektif para mahasiswa. Mereka ditantang membedah persoalan industri modern secara analitis, empatis, dan adaptif—sebuah gambaran nyata dari ekosistem pendidikan vokasi masa kini.

​Penanggung Jawab Kerja Sama Internasional (PJ KUI) PNUP, Sitti Sahriana, S.S., M.App.Ling., menegaskan bahwa LeX 2026 dirancang sebagai ruang lebur (melting pot) untuk mengasah keterampilan abad ke-21.

​“Program ini bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang tempat mahasiswa belajar bersama, memecahkan sekat perbedaan perspektif, dan merumuskan gagasan yang menjawab kebutuhan riil masyarakat dan industri,” ujar Sitti saat menyampaikan laporan pelaksanaan program.

​Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNUP, Dr. Andi Muhammad Subhan, S.T., M.T., secara resmi menutup ajang kolaborasi internasional tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta, dosen pendamping, Singapore Polytechnic, serta PT Semen Tonasa.

​Ia menilai, keberanian mahasiswa untuk menyampaikan ide, mendengarkan masukan, serta bekerja dalam tim lintas budaya adalah modal kepemimpinan (leadership) yang sangat berharga untuk masa depan.

​“LeX bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah transformatif pengalaman. Belajar berkolaborasi dan merawat kebhinekaan pemikiran adalah bekal berharga agar mahasiswa terus berkembang dan memberikan dampak nyata di tengah masyarakat global,” tegas Andi Muhammad Subhan.

​Meskipun tirai LeX 2026 telah ditutup, jejaring persahabatan, ide inovatif, dan semangat kolaborasi yang terbangun dalam 12 hari tersebut dipastikan akan terus berlanjut. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen PNUP dalam menghadirkan pendidikan vokasi berstandar internasional yang inklusif, kolaboratif, dan berjejaring global. (qas)