NETSULSEL | Makassar, Aksi penipuan berbasis daring (passobis) kian marak dan makin berani di Kota Makassar. Kali ini, para pelaku menyasar mahasiswa baru (maba) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dengan mencatut nama pimpinan kampus, Prof. Suherman.
Dengan modus mengatasnamakan Prof. Suhasman, pelaku menghubungi mahasiswa baru satu per satu melalui pesan singkat WhatsApp. Pelaku melancarkan aksinya dengan memanfaatkan isu sensitif seputar program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Prof. Ir. Suhasman. S.Hut, M.Si, IPM sendiri dikenal sebagai Guru Besar Fakultas Kehutanan Unhas sekaligus memiliki jabatan struktural di Direktorat Kemahasiswaan.


Hubungi Mahasiswa Satu per Satu
Meski hingga saat ini pihak kampus belum menerima laporan resmi terkait adanya mahasiswa yang mengalami kerugian materiil, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa para passobis ini telah sukses mengontak sejumlah mahasiswa baru secara personal.
Pelaku tampak mengantongi kontak pribadi dan nama lengkap calon korbannya, sehingga pesan yang dikirimkan terlihat meyakinkan bagi para mahasiswa baru yang belum familiar dengan sistem birokrasi kampus.
Unhas Kaget dan Kaji Dugaan Kebocoran Data KIP
Beredarnya pesan berantai penipuan tersebut membuat pihak birokrasi Unhas kaget dan heran. Ishaq Rahman, Kepala Hubungan Masyarakat Unhas mengaku baru mengetahui ada passobis yang beroprasi menipu mahasiswa Unhas. Ishak merasa heran bagaimana para pelaku penipuan bisa mendapatkan akses data pribadi mahasiswa penerima atau pendaftar program KIP secara presisi.
“Kebocoran data itu nyata. Koq bisa data mahasiswa KIP sampai ke Pasobis?” tulis Ishak dalam percakapan group WA Unhas.
Kejadian ini menuntut evaluasi internal terkait sistem keamanan data di lingkungan kampus. Seluruh mahasiswa sebaiknya senantiasa waspada dan tidak mudah tergiur oleh iming-iming bantuan, penyesuaian UKT, atau informasi Beasiswa KIP yang datang dari nomor pribadi WhatsApp tidak resmi.
Segala bentuk pengumuman resmi Unhas mengenai KIP Kuliah maupun urusan akademik hanya disampaikan melalui kanal media sosial terverifikasi serta laman web resmi universitas. (ita)

















