LSP Unhas Gelar Pelatihan Asesor Kompetensi, Cetak Lulusan Berdaya Saing Global

Sebanyak 24 calon asesor dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), serta Fakultas Teknik ambil bagian dalam kegiatan strategis ini untuk meningkatkan mutu asesmen lulusan.

NETSULSEL | Makassar, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kualitas sumber daya manusia dengan menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Batch IX di Hotel Aston, Selasa (13/10/2026). Sebanyak 24 calon asesor dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), serta Fakultas Teknik ambil bagian dalam kegiatan strategis ini untuk meningkatkan mutu asesmen lulusan.

​Kepala Pusat Sertifikasi Profesi/LSP Unhas, Ir. Mukti Ali, menjelaskan bahwa pelatihan ini krusial untuk memastikan para calon asesor memiliki kapabilitas metodologis yang mumpuni sesuai standar nasional. Penambahan jumlah asesor tersebut juga menjadi langkah taktis seiring rencana pengembangan skema sertifikasi guna memperluas jangkauan layanan bagi mahasiswa.

​Melalui langkah ini, LSP Unhas memiliki target jangka panjang agar setiap lulusan tidak sekadar mengantongi ijazah akademik, melainkan juga dibekali sertifikat kompetensi resmi yang diakui dunia industri. “Dengan dukungan pimpinan dan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap sertifikasi kompetensi dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja,” ujar Mukti.

​Saat ini, LSP Unhas mencatat telah memiliki 65 skema sertifikasi terverifikasi dengan 55 skema berstatus aktif. Sementara itu, Master Asesor Sari Wahyuni menambahkan bahwa pelatihan intensif selama 48 jam ini dirancang sesuai regulasi nasional terbaru, di mana peserta akan didampingi secara penuh untuk merampungkan portofolio dan persyaratan dasar asesmen.

​Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini tidak hanya memperkuat kapasitas kelembagaan LSP Unhas, tetapi juga menjadi wujud nyata dukungan kampus terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khususnya, program ini berkontribusi langsung pada SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas serta SDG 8 terkait penyediaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.(ita)