Tragedi Berdarah di Sudiang, Berawal dari Bawa Parang dan Busur, Pengejaran Gangster Berujung Maut di Biringkanaya Makassar

korban yang ditolong petugas kepolisian dan warga. format sektsa AI

NETSULSEL | Makassar, Niat menghadang aksi penyerangan sekelompok geng motor berujung duka mendalam. Aksi kejar-kejaran kelompok pemuda di kawasan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, berakhir tragis setelah bentrokan dan tabrakan beruntun merenggut satu korban jiwa dan membuat satu pemuda lainnya kritis berlumuran darah.

​Peristiwa kelam tersebut terjadi pada Minggu dini hari (4/10/2026) sekitar pukul 03.35 WITA di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang (depan Alfamart PK Arung Teko). Korban meninggal dunia teridentifikasi bernama Muh. Akmal Makmur (24), seorang mahasiswa asal Perumnas Sudiang, yang mengalami luka robek parah di bagian belakang kepala akibat hantaman keras dan sabetan senjata.

​Pemicu dan Motif Penyerangan
​Dugaan kuat motif kejadian ini bermula dari intimidasi dan provokasi antarkelompok pemuda. Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, peristiwa mematikan ini diawali saat korban bersama rekan-rekannya sedang duduk nongkrong di Jalan Dg. Ramang, Kelurahan Pai, tepatnya di samping Bengkel R-Jam.

​Secara tiba-tiba, ketenangan malam pecah saat kelompok lawan beranggotakan sekitar 12 unit sepeda motor melintas secara beriringan sembari mengacungkan senjata tajam. ​salah satu saksi kunci di lokasi, Arif (21), mengungkapkan detik-detik awal kedatangan kelompok pemicu bentrokan tersebut:

​”Kami lagi nongkrong biasa di samping bengkel. Tiba-tiba datang rombongan sekitar 12 motor dari arah depan. Mereka terang-terangan bawa parang sama busur diputar-putar di udara, memang niatnya mau menyerang kami. Karena merasa terancam dan diprovokasi, kami refleks mengejar mereka ke arah Maros supaya tidak masuk ke permukiman,” ujar Arif saat dimintai keterangan.

​Pengejaran Berujung Bentrok Berdarah
​Namun, aksi kejar-kejaran berkecepatan tinggi di tengah pekatnya malam itu berubah menjadi malapetaka. Setibanya di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, sepeda motor yang dikendarai Arif berboncengan dengan Akmal Makmur hilang kendali dan bertabrakan hebat dengan sepeda motor rekan sejawat mereka sendiri, Angga (25), yang sedang berboncengan dengan Muh. Farel SM (17).

​Di tengah situasi kacau pascatabrakan, perkelahian kelompok tak terhindarkan. Pertikaian hebat yang melibatkan perkelahian fisik dan pengeroyokan tersebut akhirnya merenggut nyawa Akmal di tempat akibat pendarahan hebat di kepala, sementara Farel merintih kesakitan akibat luka robek serius di bagian kepala dan punggung. ​Taufik (22), saksi lain yang berada di lokasi, menceritakan kepanikan saat insiden berdarah itu memuncak:

​”Pasca tabrakan itu semua langsung kacau. Kelompok lawan langsung memanfaatkannya untuk menyerang. Akmal sudah tergeletak pendarahan parah di kepala belakang, sementara Farel kena sabetan di punggung dan kepala. Kami panik langsung cari bantuan karena darah sudah berserakan di jalan,” tutur Taufik.

​Penanganan Polisi dan Kondisi Korban
​Korban selamat, Farel, langsung dievakuasi warga dan petugas ke Rumah Sakit Tadjuddin Chalid untuk endapatkan perawatan medis darurat. Sementara jenazah Akmal dibawa ke fasilitas medis terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. ​Pihak kepolisian menegaskan telah menerjunkan tim untuk mendalami motif pengeroyokan serta memburu rombongan geng motor yang membawa senjata tajam tersebut:

​”Kasus dugaan penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka ini sudah dalam penanganan intensif. Kami telah memeriksa sejumlah saksi di TKP dan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengidentifikasi rombongan pengendara motor pembawa sajam yang memicu bentrokan ini,” tegas perwakilan Kepolisian Sektor Biringkanaya. (syam)